Pemkot Jangan Tutup Mata, Tegas Maulana AHA, S.H Soal Dugaan Eksploitasi Pekerja

Minggu, 10 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎Palembang –BERITAMETRONEWS.COM
Aliansi Aktivis Kritis Indonesia (A2Ki) menegaskan akan menggelar aksi dalam waktu dekat untuk menuntut Wali Kota Palembang, melalui dinas terkait, segera mencabut izin operasional Hotel Beston Palembang. Minggu (10/8/2025)
‎
‎Langkah ini diambil menyusul terungkapnya dugaan pelanggaran hak pekerja yang tengah disidangkan di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Palembang, di mana mantan koki, Endang Wahyuni, yang bekerja selama 10 tahun, mengaku tidak diangkat menjadi karyawan tetap dan tidak menerima pesangon sesuai aturan.
‎
‎Ketua A2Ki, Maulana AHA, S.H, menyatakan bahwa aksi ini akan melibatkan jaringan organisasi masyarakat sipil dan pekerja yang peduli terhadap penegakan hukum ketenagakerjaan.
‎
‎“Ini bukan hanya soal satu orang, tapi tentang nasib puluhan bahkan ratusan pekerja yang diduga mengalami eksploitasi sistematis. Pemkot Palembang tidak boleh tutup mata,” tegas Maulana.
‎
‎Dasar Tuntutan Aksi
‎
‎A2Ki Menduga praktik di Hotel Beston Palembang berpotensi melanggar:
‎
‎UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Pasal 59 ayat (4) dan (6)
‎
‎PP No. 35 Tahun 2021 Pasal 8 ayat (1) terkait batas waktu PKWT maksimal 5 tahun
‎
‎UU No. 6 Tahun 2023 (Cipta Kerja) yang mewajibkan pembayaran pesangon sesuai masa kerja
‎
‎Perda Kota Palembang tentang Perizinan Berusaha yang memberi kewenangan pencabutan izin bagi usaha yang melanggar hukum
‎
‎ “Kalau Pemkot serius menegakkan hukum, izin Hotel Beston bisa dicabut segera tanpa menunggu proses berlarut-larut,” tambah Maulana.
‎
‎Rencana Aksi dan Tuntutan
‎
‎Aksi A2Ki akan difokuskan di depan Kantor Wali Kota Palembang dengan tuntutan:
‎
‎1. Mencabut izin operasional Hotel Beston Palembang
‎2. Menindak tegas pelaku pelanggaran hak pekerja
‎3. Memastikan perlindungan hukum bagi seluruh karyawan hotel
‎4. Mempertanyakan dan mengaudit ulang perizinan yang dikeluarkan oleh Dinas PUPR, Dispenda, dan DPMPTSP Kota Palembang terkait kelayakan, izin bangunan, izin usaha, serta kewajiban pajak dan retribusi yang dibayarkan pihak hotel.
‎
‎A2Ki juga meminta DPRD Kota Palembang menjalankan Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada 11 Agustus 2025 secara transparan dan terbuka untuk publik.
‎

READ  10 Tahun Kepemimpinan Jokowi, Lima Polda Terbentuk

Berita Terkait

Wujudkan SDM Unggul dan Presisi, Wakapolda Sumsel Pimpin Sidang Kelulusan PAG dan SBP Panda 2026
Bea Cukai Sumbagtim Musnahkan 22,4 Juta Batang Rokok Ilegal, Nilai Barang Capai Rp40,33 Miliar
HSB Palembang Serahkan Mandat kepada 18 PAC, Tegaskan Satu Komando dan Fokus Kegiatan Sosial
Jatanras Polda Sumsel Ungkap Komplotan Pencuri Lintas Lokasi, Diduga Beraksi Lebih dari 10 Kali
Polsek Plaju Gerebek Dua Lokasi Diduga Jadi Tempat Penyalahgunaan Sabu, Delapan Orang Diamankan
Luar Biasa! Berawal dari Hobi, Muhammad Alfatih Sukses Dominasi Podium Tertinggi Kejurnas Taekwondo Tingkat Nasional
Polda Sumsel Bersama BNN Tertibkan Tiga Titik Rawan Narkoba di Palembang, Delapan Orang Diamankan
Penanganan Karhutla 2026, Polda Sumsel Tetapkan 52 Tersangka Perorangan dan Proses 20 Perkara Korporasi

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:53 WIB

Wujudkan SDM Unggul dan Presisi, Wakapolda Sumsel Pimpin Sidang Kelulusan PAG dan SBP Panda 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Bea Cukai Sumbagtim Musnahkan 22,4 Juta Batang Rokok Ilegal, Nilai Barang Capai Rp40,33 Miliar

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:49 WIB

HSB Palembang Serahkan Mandat kepada 18 PAC, Tegaskan Satu Komando dan Fokus Kegiatan Sosial

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Jatanras Polda Sumsel Ungkap Komplotan Pencuri Lintas Lokasi, Diduga Beraksi Lebih dari 10 Kali

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:30 WIB

Polsek Plaju Gerebek Dua Lokasi Diduga Jadi Tempat Penyalahgunaan Sabu, Delapan Orang Diamankan

Berita Terbaru