“Kasus Wakil Bupati PALI Memasuki Babak Baru, SOAK Minta Kejati Sumsel Hentikan Penanganan”

Kamis, 30 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG – BERITAMETROLIVE.COM
Solidaritas Aktivis Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Keadilan (SOAK) menggelar aksi penyampaian aspirasi di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan, Kamis (30/7/2026). Dalam aksi tersebut, SOAK meminta Kejati Sumsel menghentikan penanganan perkara yang menjerat Wakil Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dengan alasan perkara tersebut dinilai lebih tepat diselesaikan melalui mekanisme perdata.

Koordinator SOAK, M. Sanusi AS, mengatakan organisasinya tetap mendukung upaya pemberantasan tindak pidana korupsi. Namun, menurutnya, setiap proses penegakan hukum harus dilaksanakan secara profesional, objektif, dan berdasarkan alat bukti serta ketentuan hukum yang berlaku.

“Berdasarkan kajian dan fakta yang kami pelajari, perkara ini merupakan sengketa utang piutang yang masuk dalam ranah perdata, bukan tindak pidana korupsi maupun operasi tangkap tangan. Karena itu kami meminta Kejati Sumsel menghentikan penanganan perkara ini,” ujar Sanusi.

Menurut Sanusi, dana sebesar Rp436.250.000 yang menjadi pokok persoalan telah dikembalikan kepada pihak terkait pada 22 Mei 2026 melalui transfer Bank BCA dan disertai bukti kuitansi, termasuk pembayaran bunga.

READ  Dirjenpas Launching Website “Si Cantik” di Palembang: Warga Binaan Kini Punya E-Commerce Sendiri!

“Apabila kewajiban tersebut telah dipenuhi, maka substansi persoalan ini merupakan hubungan hukum keperdataan yang semestinya diselesaikan melalui mekanisme perdata,” katanya.

SOAK juga menilai penggunaan istilah operasi tangkap tangan (OTT) dalam perkara tersebut perlu dikaji kembali karena, menurut mereka, rangkaian peristiwa yang terjadi tidak memenuhi unsur tangkap tangan sebagaimana dimaksud dalam praktik penegakan hukum.

Selain itu, Sanusi membantah adanya keterkaitan perkara tersebut dengan dugaan janji proyek pemerintah. Ia menegaskan Wakil Bupati PALI tidak memiliki kewenangan dalam menentukan ataupun mengatur pelaksanaan proyek pemerintah.

“Ini bukan perkara janji proyek ataupun pengaturan proyek. Yang terjadi adalah persoalan utang piutang, sementara wakil bupati tidak memiliki kewenangan mengatur proyek pemerintah,” tegasnya.

Sebagai upaya hukum, SOAK menyatakan telah mengajukan permohonan praperadilan terhadap proses penanganan perkara tersebut. Sidang perdana dijadwalkan berlangsung pada 3 Agustus 2026 di Pengadilan Negeri Palembang.

Menanggapi tuntutan tersebut, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumatera Selatan, Iwan Setiadi, menegaskan bahwa Kejati Sumsel menghormati seluruh mekanisme hukum yang ditempuh para pihak, termasuk hak tersangka untuk mengajukan praperadilan.

READ  DPRD Palembang Temukan Sekolah Berlantai Kayu, Yustin Zendrato: Harusnya Tak Ada Lagi!

“Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan, termasuk hak tersangka untuk mengajukan praperadilan. Hal tersebut merupakan hak yang dijamin dalam sistem peradilan pidana dan akan kami hormati sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Iwan.

Ia menambahkan, Kejati Sumsel berkomitmen menangani setiap perkara secara profesional, objektif, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Dalam seluruh tahapan proses penegakan hukum, kejaksaan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.

“Penanganan perkara dilakukan berdasarkan alat bukti dan prosedur hukum yang berlaku dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Kejati Sumsel akan mengikuti seluruh proses hukum, termasuk menghadapi praperadilan sesuai mekanisme yang telah diatur,” tegasnya.

Dengan adanya gugatan praperadilan tersebut, proses hukum selanjutnya akan diuji melalui mekanisme peradilan. Putusan praperadilan nantinya diharapkan dapat memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak, sementara penanganan perkara tetap berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku.

Penulis : Riela

Editor : Redaksi/beritametrolive.com

Berita Terkait

Polda Sumsel Musnahkan 36,4 Kg Sabu, 87 Tersangka Terungkap dari 182 Lokasi Penindakan
SWM Group Buka Suara soal Dugaan Impor Ilegal, Direktur Tegaskan Tiga Perusahaan Hanya Bergerak di Bidang Jasa Maritim
Polda Sumsel Tingkatkan Penegakan Hukum Karhutla, 43 Laporan Perkara Perorangan Ditangani
Kabid Humas Polda Sumsel Hadiri Pelantikan Pengurus SMSI Sumsel di Palembang
SDA Watch Gelar FGD Karhutla OKI: Bukan Sekadar Kritik, Dorong Policy Brief Agar Asap Tak Berulang
JNE Palembang Dukung POLSRI Sport Fest Vol. 3 2026 sebagai Official Logistics Partner, Sejalan dengan Semangat “Melesat Hebat”
Wujudkan SDM Unggul dan Presisi, Wakapolda Sumsel Pimpin Sidang Kelulusan PAG dan SBP Panda 2026
PULUHAN JUTA ROKOK ILEGAL DIMUSNAHKAN, BEA CUKAI SUMBAGTIM SELAMATKAN POTENSI KERUGIAN NEGARA Rp 20,56 MILYAR

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Polda Sumsel Musnahkan 36,4 Kg Sabu, 87 Tersangka Terungkap dari 182 Lokasi Penindakan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:40 WIB

SWM Group Buka Suara soal Dugaan Impor Ilegal, Direktur Tegaskan Tiga Perusahaan Hanya Bergerak di Bidang Jasa Maritim

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Polda Sumsel Tingkatkan Penegakan Hukum Karhutla, 43 Laporan Perkara Perorangan Ditangani

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:43 WIB

Kabid Humas Polda Sumsel Hadiri Pelantikan Pengurus SMSI Sumsel di Palembang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:53 WIB

SDA Watch Gelar FGD Karhutla OKI: Bukan Sekadar Kritik, Dorong Policy Brief Agar Asap Tak Berulang

Berita Terbaru