Palembang, BeritaMetroNews.com Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Palembang resmi memiliki nakhoda baru. Melalui Musyawarah Daerah (Musda) ke-VI yang digelar di Hotel Beston Palembang, Sabtu (8/11/2025), Fajar Febriansyah ditetapkan sebagai Ketua DPD PAN Kota Palembang periode 2025–2030.
Penetapan ini dilakukan melalui keputusan formatur yang disahkan langsung oleh Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan, disaksikan oleh Ketua DPW PAN Sumatera Selatan secara virtual. Musda kali ini juga diikuti serentak oleh seluruh DPD PAN se-Sumatera Selatan melalui sambungan daring, mencerminkan semangat digitalisasi dan keterbukaan dalam proses demokrasi internal partai.
Selain Fajar, formatur juga menetapkan Rizki Saputra sebagai Sekretaris DPD PAN Palembang dan Dauli sebagai Bendahara. Sejumlah posisi strategis turut diumumkan, di antaranya:
Ketua Bappilu: Ruspanda Karibullah
Ketua POK: Jumaidi Wiratama
Ketua Bidang Kaderisasi dan Pengkaderan: Wahyu Aziz Saputra
Ketua Bidang Saksi: Sudirman
Ketua Harian: Nico, tenaga ahli Menko Pangan
Gerakan Politik Baru: Muda, Terbuka, dan Solutif
Dalam pidato perdananya, Fajar menegaskan bahwa regenerasi kepemimpinan ini bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan langkah strategis membangun kultur politik baru di tubuh PAN Palembang.
“Musda ini bukan akhir, tapi awal dari gerakan baru PAN Palembang. Kami ingin hadir lebih dekat dengan rakyat, memperjuangkan isu nyata, dan menjadikan PAN rumah politik yang inovatif serta humanis,” ujar Fajar di hadapan para kader.
Fajar juga menyoroti pentingnya sinergi lintas generasi untuk memperkuat basis dukungan di kalangan muda dan masyarakat urban. Menurutnya, konsolidasi struktural hasil Musda VI menjadi fondasi penting dalam mempersiapkan PAN Palembang menghadapi Pemilu 2029.
Ketua DPW PAN Sumatera Selatan yang hadir secara virtual menilai pelaksanaan Musda kali ini menjadi contoh ideal bagi daerah lain. Menurutnya, PAN Palembang menunjukkan bahwa proses politik bisa dijalankan dengan semangat musyawarah, mufakat, dan kekeluargaan.
“DPD PAN Palembang membuktikan bahwa politik tidak harus keras. Regenerasi seperti ini penting agar mesin partai tetap dinamis menghadapi tantangan politik lima tahun ke depan,” ujarnya.
Musda VI ini disebut menjadi momentum kebangkitan baru PAN Palembang. Dengan komposisi pengurus yang lebih muda dan progresif, partai berlambang matahari putih itu menargetkan peningkatan perolehan kursi di DPRD Kota Palembang.
“Target kami sederhana: PAN harus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya saat kampanye, tapi juga sebagai mitra warga dalam menyelesaikan persoalan,” tutur Fajar.
PAN Palembang kini menatap masa depan dengan optimisme baru—mengusung semangat politik yang berakhlak, berpihak pada rakyat, dan berorientasi pada kemajuan daerah.
Sejumlah pengamat politik lokal menilai langkah PAN Palembang ini sejalan dengan tren regenerasi partai di tingkat nasional, di mana figur-figur muda mulai menempati posisi strategis. Dengan pendekatan digital, komunikasi terbuka, dan strategi berbasis isu rakyat, PAN Palembang diharapkan mampu bersaing di tengah dinamika politik perkotaan yang semakin kompetitif.
Musda ke-VI PAN Palembang bukan hanya menjadi ajang pemilihan pengurus baru, tetapi juga menandai babak baru perjalanan partai dalam membangun politik yang adaptif, kolaboratif, dan relevan dengan aspirasi masyarakat kota.















