Penangkapan Bos Tambang Ilegal di Muara Enim, Negara Alami Potensi Kerugian 556,8 Miliar Rupiah

Senin, 21 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG – BMNEWS.COM
Dalam operasi besar-besaran yang dilaksanakan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Selatan, pihak kepolisian berhasil meringkus BC (33), seorang bos tambang ilegal yang telah beroperasi selama lima tahun di kawasan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim. Penangkapan ini diumumkan oleh Kapolda Sumsel Irjen Andi Rian R Djajadi melalui Direktur Kriminal Khusus Kombes Bagus Suropratomo dalam konferensi pers yang diadakan pada Senin pagi, (21/10/ 2024).

Menurut keterangan Kombes Bagus, penangkapan ini dilakukan setelah pihak kepolisian melakukan penyelidikan intensif berdasarkan informasi terkait praktik penambangan tanpa izin. Tersangka BC berhasil dilacak keberadaannya di sebuah apartemen di Jakarta pada 11 Oktober dan ditangkap tanpa perlawanan.

“Selama lima tahun, BC menjalankan bisnis tambang ilegal di Dusun II Desa Penyandingan, Kecamatan Tanjung Agung, yang berlokasi di atas lahan Hak Guna Usaha (HGU) PT. Bumi Sawindo Permai dan areal izin usaha pertambangan PT. Bukit Asam,” jelas Kombes Bagus.

Akibat kegiatan ilegal ini, negara diperkirakan mengalami kerugian signifikan mencapai 556,8 miliar rupiah. Tim penyidik berhasil menyita barang bukti dari lokasi penangkapan, termasuk 5 ton batubara, alat berat seperti buldozer dan tiga unit excavator, serta empat unit dump truck. Selain itu, berbagai dokumen penting terkait aktivitas penambangan juga diamankan sebagai alat bukti.

READ  Polda Sumsel Pamerkan Pelaku Perusakan dan Pembakaran Fasilitas Umum di Palembang

BC dijerat dengan Pasal 158 Undang-Undang RI Nomor 3 Tahun 2020 yang mengubah Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, dengan ancaman hukuman penjara paling lama lima tahun dan denda maksimal seratus miliar rupiah.

Kasus ini menegaskan komitmen Polda Sumsel dalam memberantas praktik penambangan ilegal yang merugikan negara dan lingkungan. Saat ini, penyidik masih melakukan pengembangan untuk menemukan kemungkinan tersangka lainnya yang terlibat dalam jaringan penambangan ilegal ini.

Pihak kepolisian berharap penangkapan ini dapat menjadi langkah awal untuk menegakkan hukum dan melindungi sumber daya alam Indonesia dari eksploitasi yang tidak bertanggung jawab.

Berita Terkait

PULUHAN JUTA ROKOK ILEGAL DIMUSNAHKAN, BEA CUKAI SUMBAGTIM SELAMATKAN POTENSI KERUGIAN NEGARA Rp 20,56 MILYAR
Bea Cukai Sumbagtim Musnahkan 22,4 Juta Batang Rokok Ilegal, Nilai Barang Capai Rp40,33 Miliar
Sumpah Pemuda Ke – 98 : Firdaus Hasbullah Serukan Pemuda PALI Bangkit Jadi Motor Perubahan Untuk Indonesia Emas
M. Oktafiansyah : Bonus Demografi Di Tangan Pemuda Penentu Indonesia Emas 2045
Kapolda Sumsel Irjen Pol Rony Samtana Rangkul GP Ansor untuk Jaga Kondusivitas dan Dukung Pembangunan Daerah
Karhutla OKI Jadi Ancaman Tahunan, SDA Watch Gelar FGD Bongkar Akar Masalah
Viral Dugaan Gaji Tak Dibayar, Manager Operasional Koko Celentang Resto di Palembang Buka Suara, Beri Tenggat 2×24 Jam
HSB Palembang Serahkan Mandat kepada 18 PAC, Tegaskan Satu Komando dan Fokus Kegiatan Sosial

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:24 WIB

PULUHAN JUTA ROKOK ILEGAL DIMUSNAHKAN, BEA CUKAI SUMBAGTIM SELAMATKAN POTENSI KERUGIAN NEGARA Rp 20,56 MILYAR

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Bea Cukai Sumbagtim Musnahkan 22,4 Juta Batang Rokok Ilegal, Nilai Barang Capai Rp40,33 Miliar

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:18 WIB

Sumpah Pemuda Ke – 98 : Firdaus Hasbullah Serukan Pemuda PALI Bangkit Jadi Motor Perubahan Untuk Indonesia Emas

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:09 WIB

M. Oktafiansyah : Bonus Demografi Di Tangan Pemuda Penentu Indonesia Emas 2045

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:38 WIB

Kapolda Sumsel Irjen Pol Rony Samtana Rangkul GP Ansor untuk Jaga Kondusivitas dan Dukung Pembangunan Daerah

Berita Terbaru