Palembang – BERITAMETRONEWS.COM
Pondok Pesantren Modern Terpadu (PPMT) Nurul Qomar Palembang menggelar Wisuda Jamiyyatul Qurra’ wal Huffadh ke-IV, Selasa (27/5/2025), bertepatan dengan 29 Dzulqo’dah 1446 H. Acara ini dirangkaikan dengan peringatan haul KH. M. Zaini bin Abdul Roni ke-14 dan Hj. Titi Mariah binti Kgs. Mas’ud ke-7, serta doa bersama untuk para pewakif pondok pesantren. Momentum ini menjadi bukti komitmen Nurul Qomar dalam mencetak generasi Qur’ani yang berakhlak dan visioner.
Kegiatan yang digelar di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Qomar tersebut menjadi ajang penghargaan bagi para santri penghafal Al-Qur’an dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari MI, SMP hingga SMA. Sebanyak 20 santri kelas 6 MI tercatat telah menyelesaikan hafalan Juz Amma (Juz 30), sedangkan dari jenjang SMP dan SMA, terdapat santri yang berhasil menuntaskan hafalan mulai dari 1 hingga 5 juz.

“Kami memiliki program tahfidz yang terintegrasi di semua jenjang. Untuk tingkat MI, anak-anak diwajibkan menghafal surat pendek setiap hari sebelum pulang sekolah. Hasilnya, saat lulus kelas 6, mayoritas sudah hafal Juz Amma. Sementara untuk SMP dan SMA, kami menyediakan program khusus dengan kamar tahfidz, agar mereka fokus dan terarah. Tercatat ada santri yang telah hafal hingga 5 juz dalam waktu 3 tahun,” jelas KH. Orbit Rupawan, S.Th.I, Mudir sekaligus Pengasuh Ponpes Nurul Qomar.
Selain prosesi wisuda, acara juga diisi dengan pembacaan Yasin, tahlil, dan doa bersama untuk para pendiri dan pewakif pesantren sebagai bentuk penghormatan dan takzim atas jasa-jasa mereka.
Acara khidmat ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari berbagai lembaga. Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Pembina Yayasan Pondok Pesantren Nurul Qomar, Drs. H. Raden Wijaya, M.C., M.Si., serta Ketua Yayasan, KH. Afrizal Riva’i, S.H..
Mudir sekaligus pengasuh pondok, KH. Orbit Rupawan, S.Th.I., turut memberikan sambutan dan arahan langsung kepada para santri dan wali murid.
Dari unsur pemerintah, hadir Drs. H. Ishak, M.Si., Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan, mewakili Kakanwil. Pemerintah Kota Palembang diwakili oleh Edison, S.Sos., Staf Ahli Wali Kota Bidang Keuangan, Pendapatan Daerah, Hukum, dan HAM. Sementara itu, Syahrial Sidik mewakili Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkot Palembang, serta H. Wiyanto, S.Pd., M.Si. yang hadir mewakili Camat Ilir Timur II.

Dalam sambutannya, Wali Kota Palembang yang diwakili oleh Edison, S.Sos., menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi Pondok Pesantren Nurul Qomar dalam membina generasi Qur’ani.
“Wisuda tahfidz ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari upaya strategis dalam membangun generasi yang berakhlak mulia dan berjiwa Qur’ani. Hafalan yang dituntaskan para santri diharapkan menjadi cahaya yang menuntun kehidupan mereka, menjadi amal yang berkelanjutan, serta menjadi syafaat di akhirat kelak,” ungkap Edison.
Ia juga menegaskan pentingnya dukungan dari semua pihak terhadap lembaga pendidikan Islam yang konsisten membentuk karakter bangsa melalui pendidikan berbasis nilai-nilai Al-Qur’an.
Pada kesempatan tersebut, penghargaan khusus diberikan kepada dua santri berprestasi yang dinobatkan sebagai wisudawan terbaik. M. Akbar Wijaya, santri putra kelas 9, berhasil menyelesaikan hafalan lima juz Al-Qur’an, sedangkan Liyana Zahira, santri putri kelas 9, menuntaskan hafalan satu juz.

Penghargaan ini menjadi simbol keberhasilan program tahfidz yang dijalankan pesantren sekaligus motivasi bagi santri lain untuk terus meningkatkan kualitas hafalan dan pemahaman Al-Qur’an.
Ponpes Nurul Qomar juga dikenal dengan sistem pendidikan terpadunya. Untuk jenjang SMP dan SMA, kurikulum Dinas Pendidikan dikombinasikan dengan kurikulum Kementerian Agama, sehingga lulusan memperoleh dua ijazah sekaligus. Silabus diperkuat dengan muatan keislaman seperti fiqih dan budaya Islam, yang menjadikan pendidikan di pesantren ini lebih komprehensif.
“Yang paling penting bukan hanya jumlah hafalan, tapi bagaimana anak-anak memahami, mengamalkan, dan menghidupkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Inilah yang menjadi harapan besar kami,” pungkas KH. Orbit.















