Palembang, BERITAMETRONEWS.COM Suasana penuh khidmat dan kebersamaan menyelimuti perayaan ulang tahun Dewi Kwan In yang dirangkai dengan peresmian Musholla Sembilan Bidadari dan Yayasan Sembilan Bidadari Palembang, Sabtu (8/11/2025).
Acara berlangsung di Jalan Brigjen H. Hasan Kasim, Komplek Jaya Raya Garden Blok B.12, Palembang, dan menjadi simbol nyata semangat toleransi antarumat beragama di Kota Pempek.
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh lintas agama, tokoh masyarakat, serta Kapolrestabes Palembang Kombes Pol. Dr. Harryo Sugihhartono, S.I.K., M.H., yang turut memberikan apresiasi atas inisiatif luar biasa Yayasan Sembilan Bidadari dalam menumbuhkan nilai kebersamaan melalui keberagaman.
“Kami merasa terhormat dapat hadir dalam perayaan HUT Dewi Kwan In sekaligus peresmian musholla sebagai sarana ibadah bagi umat Islam. Ini contoh nyata kebersamaan yang patut dijaga,” ujar Kombes Harryo dalam sambutannya.
Yayasan Sembilan Bidadari yang kini berusia 19 tahun menjadi simbol persaudaraan lintas iman. Di lahan yayasan tersebut berdiri enam tempat ibadah dari enam agama yang diakui di Indonesia:
musholla untuk umat Islam, kapel dan gua Maria untuk Katolik, pura untuk Hindu, vihara untuk Buddha, serta klenteng untuk umat Konghucu.
Menurut Kombes Harryo, keberadaan enam rumah ibadah dalam satu kawasan merupakan kisah toleransi yang layak menjadi inspirasi nasional.
“Ini bukan hanya pusat spiritual, tapi juga berpotensi menjadi destinasi wisata religi yang membanggakan bagi Kota Palembang,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya menjaga semangat toleransi sebagai fondasi utama kehidupan bermasyarakat.
“Nilai-nilai kebaikan dari setiap ajaran agama harus terus dijunjung tinggi agar kota ini tetap aman, damai, dan penuh persaudaraan,” tegasnya.
Ketua DPD Majubuthi Sumsel sekaligus pimpinan Yayasan Sembilan Bidadari, Suhu Dewi, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara yang memperingati 19 tahun perjalanan yayasan tersebut.
“Kami berdoa agar seluruh umat dijauhkan dari marabahaya dan diberi kesehatan serta rezeki yang luas. Semoga bangsa Indonesia terus maju dan sejahtera. Ini bentuk kontribusi spiritual kami bagi negeri,” tutur Suhu Dewi.
Ia menambahkan, kehadiran Yayasan Sembilan Bidadari diharapkan tak hanya memberi manfaat bagi masyarakat Sumatera Selatan, tetapi juga menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk membangun harmoni dan toleransi antarumat beragama.
“Semangat toleransi dan kerukunan adalah nilai utama yang akan terus kami jaga dan wariskan,” tutupnya.
Perayaan tersebut bukan hanya memperingati hari lahir sosok Dewi Kwan In yang dikenal sebagai simbol kasih dan welas asih, tetapi juga menjadi wujud nyata dari cita-cita bersama untuk menjadikan Palembang sebagai kota yang rukun dalam keberagaman.
Yayasan Sembilan Bidadari pun berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan lintas iman dan sosial kemasyarakatan sebagai bagian dari upaya memperkuat persatuan bangsa di tengah perbedaan.















