PALEMBANG – BERITAMETROLIVE.COM
Indonesia Ramah Lansia (IRL) Provinsi Sumatera Selatan mulai memperkuat gerakan pendidikan dan pemberdayaan lansia melalui kegiatan Training of Trainers (TOT) bertema “Mewujudkan Masyarakat yang Peduli, Inklusif dan Ramah Lansia” yang digelar di Radisya Studio Palembang, Sabtu (16/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis IRL Sumsel dalam menyiapkan penggerak sekolah lansia sekaligus memperluas pembentukan sekolah lansia hingga ke seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.
Direktur Representatif Indonesia Ramah Lansia, Dr. Ary , mengatakan peningkatan jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia harus diimbangi dengan penguatan edukasi dan pemberdayaan agar lansia tetap sehat, aktif, produktif dan mandiri.
“Sekolah lansia hadir sebagai ruang pembelajaran dan pemberdayaan agar para lansia tetap memiliki kualitas hidup yang baik, sehat, bahagia serta bermartabat,” ujarnya.
Menurutnya, IRL merupakan gerakan sosial berbasis sukarela yang lahir dari kepedulian terhadap meningkatnya populasi lansia di Indonesia. Berdasarkan data statistik nasional tahun 2025, jumlah lansia di Indonesia telah mencapai 11,93 persen dan diproyeksikan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang.
“Ke depan jumlah lansia akan semakin besar. Karena itu diperlukan kesiapan masyarakat dan lingkungan agar para lansia tidak menjadi kelompok rentan, tetapi tetap mampu menjalani hidup secara mandiri,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pendidikan IRL DKI Jakarta, Dr. Kunti Tri Dewi Yanti, menilai keberadaan sekolah lansia menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan sosial yang inklusif dan ramah terhadap warga lanjut usia.
“Lansia tetap dapat berkarya, bersosialisasi dan menjalani kehidupan yang produktif apabila mendapat dukungan keluarga, masyarakat dan lingkungan sekitar,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat hingga tingkat RT dan RW dalam memberikan perhatian terhadap kondisi lansia di lingkungan masing-masing.
“Peran lingkungan sangat penting agar lansia tidak merasa sendiri dan tetap mendapatkan perlindungan sosial,” tambahnya.
Di kesempatan yang sama, Direktur Representatif IRL Sumatera Selatan, Hj. Eryn Sukma S.H., S.E, mengungkapkan bahwa IRL Sumsel resmi berdiri sejak 22 Desember 2025 dan mendapat respons positif dari masyarakat di berbagai daerah.
Menurut Eryn, antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya partisipasi lansia dalam kegiatan sosialisasi maupun pelatihan yang digelar IRL Sumsel.
“Alhamdulillah, semangat masyarakat sangat besar. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperluas pembentukan sekolah lansia di Sumatera Selatan,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, IRL Sumsel juga meluncurkan sekolah lansia perdana bernama Cahaya Ratu Sinuhun Sriwijaya yang dipimpin Wiwin Purwanti S.Pd.
Menurut Eryn, IRL Sumsel mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk pembina IRL Sumsel, Prof. Edward serta Kepala Perwakilan BKKBN Sumsel, Dr. Arios Saplis.
Selain itu, sebanyak 25 peserta yang mengikuti TOT dipersiapkan menjadi calon kepala sekolah dan pengajar sekolah lansia di berbagai daerah.
“Artinya dalam waktu dekat akan terbentuk 25 titik sekolah lansia baru di Sumatera Selatan. Target kami seluruh 17 kabupaten dan kota memiliki sekolah lansia,” ungkap Erin.
Ia menegaskan, IRL merupakan organisasi sosial non-profit yang bergerak secara sukarela untuk membantu meningkatkan kualitas hidup para lansia melalui edukasi, pendampingan dan pemberdayaan sosial.
“Kami ingin membangun gerakan kepedulian bersama terhadap lansia agar mereka tetap sehat, aktif, bahagia dan memiliki ruang untuk terus berkarya di tengah masyarakat,” tutupnya.
Penulis : RQ
Editor : Redaksi/beritametrolive.com















