Hampir 9 Bulan Menggantung Tanpa Kepastian, Keluarga Korban Dugaan Persetubuhan Anak Soroti Kinerja Satreskrim Polresta Pekanbaru

Sabtu, 9 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekanbaru — BERITAMETROLIVE.COM

Penanganan kasus dugaan persetubuhan terhadap anak di kembali menjadi sorotan tajam publik. Pasalnya, laporan yang dibuat pihak keluarga korban sejak 24 September 2025 hingga kini disebut belum menunjukkan kepastian hukum yang jelas, meski perkara tersebut dinilai keluarga korban sudah terang dan memiliki laporan resmi kepolisian.

 

Berdasarkan dokumen Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) bernomor LP/B/1090/IX/2025/SPKT/Polresta Pekanbaru/Polda Riau, pelapor bernama melaporkan dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap anak sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Anak.

 

Dalam laporan tersebut, nama disebut sebagai terlapor. Namun setelah hampir kurang lebih 9 bulan berjalan, pihak keluarga korban mengaku kecewa dan mempertanyakan keseriusan penanganan perkara oleh penyidik Satreskrim.

 

“Kami hanya ingin kepastian hukum. Laporan sudah berbulan-bulan, bolak-balik datang memenuhi panggilan, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan perkembangan perkara ini,” ujar keluarga korban kepada wartawan, Jumat (9/5/2026).

 

Kekecewaan keluarga korban semakin memuncak saat mencoba mempertanyakan perkembangan kasus tersebut kepada Kasat Reskrim . Bukannya mendapat penjelasan yang menenangkan, pihak keluarga mengaku justru mendapat respons dengan nada tinggi dan ucapan ucapan yang tidak ada sopan santun,dan tidak ber etika dengan BAHASA KASAR KAU KAU Saja kepada wartawan salah satu keluarga dari korban, pelapor kasus tersebut tidak hanya itu bahkan kasatbreskrim polresta menatang TAK TAKUT DI BERITAKAN jelas nya saat di konfirmasi wartwan dan keluarga pelapor menyakan perkembang perkara tersebut yang dianggap tidak mencerminkan etika pelayanan seorang pejabat publik.bahkan kasat reskrim tersebut terkesan mengatakan wartawan mengiring opini padahal yang di tanyaka kepada kasat tersebut hal yang wajar oleh keluarga pelapor karena pelapor sudah berulang kali menghubungi penyidik dalam menagani kasus tersebut terkesan tidak ada respon apalagi tanggapan yang jelas melalu nomor whatpp nya : 081378969527.

READ  HUT RI ke-80, Camat Ilir Barat 1 Gelar Lomba dan Silaturahmi Bersama Masyarakat

 

“Tujuan kami menghubungi pak Kasat AKP Anggi Rian Diansyah, di nomor whatsApp : 0811941993X hanya untuk mempertanyakan tindak lanjut laporan kami secara baik-baik dan sopan. Tapi jawaban yang kami terima malah bentakan dan bahasa yang tidak enak didengar,” ungkap keluarga korban.

 

Tak hanya itu, keluarga korban juga mengaku selama proses penanganan perkara mereka berkali-kali diminta datang ke Polresta tanpa surat panggilan resmi yang jelas. Menurut mereka, kondisi tersebut membuat keluarga merasa dipermainkan dan dipersulit dalam mencari keadilan.

 

“Kami sudah belasan kali bolak-balik datang ke Polresta. Kadang disuruh datang tanpa surat resmi. Tapi hasilnya tetap tidak ada kepastian hukum. Padahal kasus yang kami laporkan ini menyangkut masa depan anak dan kami menilai perkara ini sudah jelas,” lanjut pihak keluarga dengan nada kecewa.

 

Lambannya penanganan perkara serta sikap oknum aparat yang dinilai arogan tersebut kini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait komitmen pelayanan dan perlindungan hukum terhadap korban, khususnya kasus yang melibatkan anak di bawah umur.

READ  Kabid SMA Dinas Pendidikan Sumsel Drs. Joko Edi Purwanto, MSi, Berikan Pengenalan Ekonomi Syariah Dikalangan Siswa

 

Publik pun berharap , khususnya jajaran , turun tangan melakukan evaluasi terhadap penanganan perkara tersebut sekaligus menindak apabila ditemukan adanya pelayanan yang tidak profesional terhadap masyarakat pencari keadilan.

 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Satreskrim masih diupayakan untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan resmi terkait perkembangan penanganan kasus tersebut agar pemberitaan tetap berimbang sesuai kode etik jurnalistik.

Tim Red

Penulis : Rill/tim

Editor : Redaksi/beritametrolive.com

Berita Terkait

PULUHAN JUTA ROKOK ILEGAL DIMUSNAHKAN, BEA CUKAI SUMBAGTIM SELAMATKAN POTENSI KERUGIAN NEGARA Rp 20,56 MILYAR
Sumpah Pemuda Ke – 98 : Firdaus Hasbullah Serukan Pemuda PALI Bangkit Jadi Motor Perubahan Untuk Indonesia Emas
M. Oktafiansyah : Bonus Demografi Di Tangan Pemuda Penentu Indonesia Emas 2045
Kapolda Sumsel Irjen Pol Rony Samtana Rangkul GP Ansor untuk Jaga Kondusivitas dan Dukung Pembangunan Daerah
Karhutla OKI Jadi Ancaman Tahunan, SDA Watch Gelar FGD Bongkar Akar Masalah
Viral Dugaan Gaji Tak Dibayar, Manager Operasional Koko Celentang Resto di Palembang Buka Suara, Beri Tenggat 2×24 Jam
HSB Palembang Serahkan Mandat kepada 18 PAC, Tegaskan Satu Komando dan Fokus Kegiatan Sosial
Jatanras Polda Sumsel Ungkap Komplotan Pencuri Lintas Lokasi, Diduga Beraksi Lebih dari 10 Kali

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:24 WIB

PULUHAN JUTA ROKOK ILEGAL DIMUSNAHKAN, BEA CUKAI SUMBAGTIM SELAMATKAN POTENSI KERUGIAN NEGARA Rp 20,56 MILYAR

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:18 WIB

Sumpah Pemuda Ke – 98 : Firdaus Hasbullah Serukan Pemuda PALI Bangkit Jadi Motor Perubahan Untuk Indonesia Emas

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:09 WIB

M. Oktafiansyah : Bonus Demografi Di Tangan Pemuda Penentu Indonesia Emas 2045

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:38 WIB

Kapolda Sumsel Irjen Pol Rony Samtana Rangkul GP Ansor untuk Jaga Kondusivitas dan Dukung Pembangunan Daerah

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:44 WIB

Karhutla OKI Jadi Ancaman Tahunan, SDA Watch Gelar FGD Bongkar Akar Masalah

Berita Terbaru