Andreas Okdi Sebut Pengelolaan Sampah Palembang Keteteran, Tawarkan Solusi Zero Waste

Jumat, 8 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG – BERITAMETROLIVE.COM
Anggota Komisi III DPRD Kota Palembang, Andreas Okdi Priantoro, mendorong lahirnya gerakan besar pembangunan 107 Kampung Zero Waste sebagai solusi baru penanganan sampah di Kota Palembang. Gagasan tersebut disampaikan dalam Seminar Pengelolaan Lingkungan Berbasis Inovasi Secara Sistematis dan Efisien untuk Mewujudkan Industri yang Unggul dan Berkelanjutan di Universitas Katolik Musi Charitas, Jalan Bangau, 9 Ilir, Palembang, Jumat (8/5/2026).

Dalam seminar tersebut, Andreas menilai persoalan sampah di Kota Palembang tidak bisa lagi hanya mengandalkan pola lama maupun teknologi mahal yang dinilai belum efektif. Menurutnya, konsep Kampung Zero Waste menjadi solusi yang lebih murah, mudah diterapkan, dan mampu melibatkan masyarakat secara langsung.

“Hari ini saya membawa sebuah pesan sekaligus inovasi berkaitan dengan pembangunan Kampung Zero Waste di Kota Palembang. Konsep ini sederhana, murah, dan masyarakat bisa langsung terlibat dalam proses penanganan sampah,” ujar Andreas.

Ia menjelaskan, konsep tersebut memiliki lima tahapan utama, mulai dari proses pengambilan sampah, pengolahan, hingga pemrosesan akhir sebelum menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dengan sistem itu, volume sampah yang masuk ke TPA diyakini bisa berkurang hingga 30 sampai 60 persen.

Menurut Andreas, selama ini pemerintah masih menghadapi berbagai kendala mendasar dalam pengelolaan sampah, mulai dari keterbatasan anggaran hingga minimnya fasilitas pendukung di lingkungan masyarakat.

“Pemerintah hari ini lebih banyak bicara soal penegakan hukum, tetapi fasilitas pendukungnya belum tersedia maksimal. Tempat sampah di lorong-lorong juga masih minim. Ini menjadi problem serius,” katanya.

Ia menegaskan, pengelolaan sampah tidak cukup hanya sebatas pengangkutan menuju TPA. Yang lebih penting adalah proses pengolahan dan pemanfaatan sampah agar memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.

“Apakah nanti sampah itu diolah menjadi kompos atau produk berbahan plastik, itu yang harus dipikirkan. Kalau dikelola dengan baik, masyarakat bisa mendapatkan manfaat ekonomi sekaligus lingkungan menjadi lebih bersih,” jelasnya.

Andreas juga menyoroti perlunya keberpihakan pemerintah terhadap bank sampah dan pelaku UMKM yang bergerak di bidang pengolahan limbah. Menurutnya, banyak komunitas, sekolah, dan kampus yang sudah mulai menjalankan program pengelolaan sampah, namun belum mendapat dukungan sistematis dari pemerintah.

“Teman-teman kampus dan pelajar ternyata sudah mempraktikkan pengelolaan sampah. Tapi persoalannya, hasil akhirnya belum mendapat dukungan maksimal. Pemerintah harus ikut terlibat dalam pembangunan bank sampah, mendukung UMKM pengolahan limbah, dan menciptakan sistem yang jelas,” ujarnya.

Lebih lanjut, Andreas mengatakan DPRD Kota Palembang siap mendorong lahirnya regulasi dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda) guna memperkuat gerakan Kampung Zero Waste di Kota Palembang.

“Kami di DPR tentu akan mendorong lewat kebijakan politik dan regulasi. Penanganan sampah tidak bisa dilakukan sendiri. Harus ada kolaborasi pemerintah kota, DPRD, swasta, universitas, tenaga pendidik, hingga LSM agar persoalan sampah di Palembang bisa ditangani secara menyeluruh,” tegasnya.

Seminar tersebut mendapat respons positif dari mahasiswa, pelajar, dan peserta yang hadir karena dinilai menghadirkan solusi konkret berbasis inovasi dan pemberdayaan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang berkelanjutan di Kota Palembang.

Penulis : Riela

Editor : Redaksi/beritametrolive.com

Berita Terkait

“Kasus Wakil Bupati PALI Memasuki Babak Baru, SOAK Minta Kejati Sumsel Hentikan Penanganan”
Polsek Sekayu Gelar Patroli Rutin dan Pemeriksaan Kendaraan Demi Menjaga Kamtibmas
SIRA Demo di Kantor Gubernur Sumsel, Desak Investigasi Dugaan Pencemaran PT Pusri
Beredar Isu Pengawalan BBM Ilegal, Polsek Sekayu Buka Suara: “Itu Murni Patroli Rutin, Bukan Pengawalan”
Satpol PP Palembang Tertibkan PKL di Kawasan Pasar Sako, Budhiman: Penataan Akan Terus Diawasi
Kasat Pol PP Palembang Buka Suara, Pasar Sako Dipastikan Tetap Ditertibkan
Keluarga Besar HSB Kota Palembang Hadiri Takziah 40 Hari Ayahanda Ketua DPRD Sumsel
Perumda Tirta Musi Angkat Bicara, Ini Penjelasan Lengkap di Balik Proyek Sako Baru

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:48 WIB

“Kasus Wakil Bupati PALI Memasuki Babak Baru, SOAK Minta Kejati Sumsel Hentikan Penanganan”

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:33 WIB

Polsek Sekayu Gelar Patroli Rutin dan Pemeriksaan Kendaraan Demi Menjaga Kamtibmas

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:22 WIB

SIRA Demo di Kantor Gubernur Sumsel, Desak Investigasi Dugaan Pencemaran PT Pusri

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:19 WIB

Beredar Isu Pengawalan BBM Ilegal, Polsek Sekayu Buka Suara: “Itu Murni Patroli Rutin, Bukan Pengawalan”

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:41 WIB

Satpol PP Palembang Tertibkan PKL di Kawasan Pasar Sako, Budhiman: Penataan Akan Terus Diawasi

Berita Terbaru