Oknum PPPK SMA Negeri 16 Palembang Angkat Bicara Soal Insiden Pemukulan yang Viral di Medsos

Sabtu, 18 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang – BERITAMETRONEWS.COM
Kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan oknum pegawai PPPK dengan seorang guru senior di SMA Negeri 16 Palembang terus menjadi sorotan publik setelah video dan kabarnya viral di media sosial. Kini, oknum PPPK berinisial S yang disebut-sebut terlibat dalam insiden tersebut akhirnya angkat bicara.

Kasus ini sebelumnya dilaporkan ke pihak kepolisian oleh guru senior berinisial YM. Laporan tersebut teregister dengan nomor LP: STTLP/B/498/X/2025/SPKT/Polsek Sako/Polrestabes Palembang/Polda Sumsel, tertanggal 15 Oktober 2025.

Ditemui awak media di salah satu rumah sakit swasta di Palembang, S menjelaskan kronologi versinya terkait kejadian yang terjadi pada Rabu (15/10/2025) siang itu.

“Biar berimbang, berita jangan sepihak. Kronologinya pada siang itu ada cekcok antara operator dengan beliau (YM) soal tanda tangan mengenai TPG atau sertifikasi. Setelah cekcok, suara ribut sampai terdengar dari ruangan saya. Saya pun keluar dan melihat ada kisruh, Guru YM ngomel-ngomel di luar dengan nada keras, sampai terdengar juga oleh beberapa murid,” ujar S kepada wartawan.

Menurut S, kejadian itu bermula karena perbedaan pendapat mengenai prosedur administrasi sekolah. YM disebut marah karena diminta mengikuti proses sesuai aturan yang berlaku.

“Saya hanya mengingatkan agar mengikuti proses yang berlaku, tapi beliau malah marah dan mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas. Saat itu saya terpancing emosi dan akhirnya terjadi adu fisik,” ungkapnya.

S juga menambahkan bahwa selama ini YM kerap berselisih paham dengan beberapa guru di sekolah tersebut. Ia menyebut ada catatan dan rekaman CCTV di lingkungan sekolah yang dapat menjadi bahan klarifikasi dalam proses hukum nanti.

“Memang guru YM ini banyak yang kurang sepaham dan sering berselisih dengan beberapa guru di sekolah ini. Tapi saya pribadi memohon maaf karena sempat terpancing emosi. Saya berharap hal seperti ini tidak terulang lagi, baik di sekolah ini maupun di sekolah lainnya,” katanya.

S menegaskan dirinya siap mengikuti proses hukum yang tengah berjalan dan berharap ke depan bisa diselesaikan secara baik-baik.

“Saya akan jalani setiap proses hukumnya. Harapan saya semoga bisa dimediasi dan diselesaikan secara kekeluargaan,” tutupnya.

Berita Terkait

Pengedar Sabu Tak Berkutik Saat Digerebek, Barang Bukti Masih di Tangan
Produksi Whisky dan Vodka Palsu di Banyuasin Terbongkar, Empat Pelaku Diamankan
Di Balik Gratifikasi Rp1,6 Miliar Muara Enim, Jejak Pemberi Belum Terungkap
Ambisi Besar ONB di Palembang: Garap Jalur Sungai untuk Efisiensi Logistik Nasional
“Kejati Sumsel Geledah Tiga Lokasi Kasus Sungai Lalan dan Menang Praperadilan Perkara Suap Irigasi Muara Enim”
Dishub Palembang Gerak Cepat Berantas Pungli Parkir Liar, Kabid Wasdalops: “Tidak Ada Toleransi”
Kapolda Sumsel Perkuat Sinergi Sensus Ekonomi 2026 Bersama BPS untuk Pembangunan Nasional
Dari Diskusi ke Aksi, Yan Coga Bersama Firdaus Hasbullah Perkuat Peran Strategis Pemuda

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 20:34 WIB

Pengedar Sabu Tak Berkutik Saat Digerebek, Barang Bukti Masih di Tangan

Kamis, 16 April 2026 - 16:53 WIB

Produksi Whisky dan Vodka Palsu di Banyuasin Terbongkar, Empat Pelaku Diamankan

Kamis, 16 April 2026 - 14:00 WIB

Di Balik Gratifikasi Rp1,6 Miliar Muara Enim, Jejak Pemberi Belum Terungkap

Rabu, 15 April 2026 - 22:52 WIB

Ambisi Besar ONB di Palembang: Garap Jalur Sungai untuk Efisiensi Logistik Nasional

Rabu, 15 April 2026 - 14:30 WIB

“Kejati Sumsel Geledah Tiga Lokasi Kasus Sungai Lalan dan Menang Praperadilan Perkara Suap Irigasi Muara Enim”

Berita Terbaru