Palembang – BERITAMETRONEWS.COM
Forum Silaturahmi Cabang Olahraga (Cabor) Sumatera Selatan menyampaikan aspirasi terkait dinamika internal organisasi kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sumsel. Aspirasi tersebut disampaikan langsung oleh perwakilan forum saat berkunjung ke Kantor KONI Sumsel pada Rabu (9/4/2025).
Ketua Forum Silaturahmi Cabor Sumsel, Lidayanto S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa langkah ini merupakan hasil kesepakatan bersama para pengurus cabor yang tergabung dalam forum, sebagai bentuk kepedulian terhadap optimalisasi kinerja organisasi olahraga tertinggi di daerah.
“Kami hadir membawa suara para cabor yang merasa perlu adanya evaluasi terhadap kinerja kepemimpinan KONI Sumsel. Hal ini kami sampaikan sebagai bagian dari tanggung jawab moral kami demi keberlangsungan organisasi yang lebih baik,” ungkapnya.
Menurut Lidayanto, selama satu tahun terakhir, terdapat sejumlah hal yang menjadi perhatian forum, antara lain tingkat keaktifan Ketua Umum dalam menjalankan roda organisasi serta dinamika dalam pelaksanaan Musyawarah Luar Biasa tahun 2023 dan Rapat Anggota KONI tahun 2024.
“Atas dasar tersebut, kami menyampaikan mosi tidak percaya dan mengusulkan agar diselenggarakan Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) dalam kurun waktu 30 hari ke depan. Kami harap langkah ini dapat menjadi solusi konstruktif bagi organisasi,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa usulan ini tidak dimaksudkan sebagai bentuk perlawanan, melainkan sebagai permohonan agar Ketua Umum dapat lebih fokus menjalankan tugas di tingkat nasional sebagai anggota DPR RI, sementara roda organisasi KONI Sumsel tetap berjalan secara efektif dan profesional.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Umum KONI Sumsel, H. Tubagus Sulaiman, MH, menyampaikan bahwa pihaknya menghormati aspirasi yang masuk dan akan menindaklanjutinya melalui proses verifikasi yang cermat dan terbuka.
“Kami menghargai semangat dari forum cabor, namun tentu perlu dilakukan verifikasi terhadap keabsahan dokumen-dokumen yang disampaikan. Terdapat sejumlah data dan tanda tangan yang perlu diklarifikasi, termasuk dokumen bertanggal Desember 2024, padahal kami baru dilantik pada bulan itu,” jelas Tubagus.
Ia menambahkan bahwa berdasarkan verifikasi awal, dukungan yang sah terhadap mosi tersebut belum mencapai angka mayoritas. Beberapa surat juga diketahui ditandatangani oleh pengurus yang sudah tidak lagi menjabat.
“Langkah selanjutnya, kami akan mengundang masing-masing cabor untuk berdialog langsung agar dapat mengklarifikasi berbagai hal. Ini adalah bagian dari komitmen kami terhadap transparansi dan integritas,” ujarnya.
Tubagus menegaskan bahwa KONI Sumsel saat ini tetap fokus pada agenda besar organisasi, termasuk persiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang. Proses verifikasi terhadap 35 cabor yang diusulkan untuk dipertandingkan juga tengah berlangsung, mengacu pada standar nasional dan internasional.
“Kami sudah menjalin komunikasi dengan Bapak Gubernur Sumsel, yang berharap Porprov kali ini dapat berlangsung dengan lebih meriah, sportif, dan bebas dari praktik-praktik yang tidak sesuai seperti jual beli atlet,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Humas KONI Sumsel, Daeng Suprianto, SH, turut menyampaikan bahwa pihaknya juga akan memverifikasi secara menyeluruh dokumen-dokumen yang diterima, mengingat adanya indikasi penggunaan data dari pengurus yang tidak lagi aktif.
“Sebagai contoh, dari cabor panahan, kami menemukan tanda tangan berasal dari pengurus lama. Hal-hal seperti ini tentu perlu diklarifikasi demi menjaga kredibilitas organisasi,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa hingga saat ini, KONI Pusat belum menerima dokumen resmi terkait mosi tidak percaya dari 53 cabor seperti yang disebutkan. Pihaknya pun siap menelusuri lebih lanjut apabila terdapat dugaan pemalsuan dokumen.
Dengan dinamika yang berkembang, baik Forum Silaturahmi Cabor maupun KONI Sumsel berharap agar penyelesaian persoalan ini dapat dilakukan secara tertib, demokratis, dan tetap mengedepankan semangat persatuan demi kemajuan olahraga di Sumatera Selatan.
“Kami tetap membuka ruang komunikasi yang konstruktif, dengan harapan semua pihak bisa kembali bersinergi membawa olahraga Sumsel ke arah yang lebih baik,” tutup Tubagus.















