“Satpol PP Palembang Ungkap Alasan Penertiban Pasar Sako Belum Dilakukan”

Selasa, 11 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG — Pemerintah Kota Palembang mulai menyiapkan langkah penataan kawasan Pasar Sako dengan pendekatan relokasi sebelum melakukan penertiban terhadap pedagang yang masih menggunakan fasilitas umum sebagai lokasi berjualan.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Tibum dan Tranmas) Satpol PP Kota Palembang, Budhiman, mengatakan penertiban merupakan bagian dari program pemerintah kota. Namun, menurutnya, penindakan tidak dapat dilakukan tanpa terlebih dahulu memastikan tersedianya lokasi pengganti yang layak bagi pedagang.

Hal itu disampaikan Budhiman saat ditemui di Kantor Satpol PP Kota Palembang, Selasa (11/8/2026).

“Memang program dari Pak Wali Kota untuk melaksanakan kegiatan penertiban pasar. Kami harus mencarikan dulu lokasi pedagang untuk berjualan, kemudian dibenahi agar tempatnya layak,” kata Budhiman.

Menurut dia, pemerintah bersama sejumlah perangkat daerah telah melakukan peninjauan terhadap beberapa lokasi yang berpotensi menjadi tempat relokasi pedagang Pasar Sako.

Peninjauan tersebut melibatkan Asisten II Pemerintah Kota Palembang, pihak kecamatan, Satpol PP, Dinas Perdagangan serta sejumlah OPD terkait.

Namun, hasil peninjauan menunjukkan masih terdapat lokasi yang belum memenuhi standar kelayakan untuk digunakan sebagai tempat berjualan.

READ  Tim HD-CU Prihatin atas Pengrusakan Baliho, Ajak Semua Pihak Jaga Iklim Politik Damai

“Untuk saat ini memang kondisi lapaknya masih belum layak untuk ditempati. Makanya perlu perbaikan dan itu membutuhkan proses,” ujarnya.

Budhiman menjelaskan, apabila pembenahan lapak membutuhkan pembiayaan melalui APBD, pemerintah harus mengikuti tahapan penganggaran sesuai mekanisme yang berlaku.

Mulai dari penyusunan rencana anggaran hingga pembahasan dan persetujuan anggaran menjadi bagian dari proses tersebut.

“Kalau memperbaiki lapak-lapak ini menggunakan dana APBD, penganggaran terlebih dahulu. Kita buat RAB-nya. Mungkin diusulkan tahun ini, tetapi masalah disetujui atau tidak, kita lihat kondisi keuangan daerah,” jelasnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa rencana penataan Pasar Sako tidak hanya berkaitan dengan aspek penertiban, tetapi juga kesiapan lokasi relokasi dan dukungan anggaran untuk memastikan pedagang memiliki tempat berjualan yang layak.

Di sisi lain, Satpol PP menegaskan bahwa pedagang tetap harus memperhatikan fungsi fasilitas umum selama proses penataan dan relokasi berlangsung.

Budhiman menyebut pemerintah sebelumnya telah memberikan pemahaman kepada pedagang bahwa trotoar, area parkir, dan fasilitas umum lainnya bukan diperuntukkan sebagai lokasi aktivitas perdagangan.

READ  "Revitalisasi Pasar 16 Ilir, Langkah Strategis Menata Kembali Ikon Perdagangan Bersejarah Kota Palembang"

Ia pun mengimbau pedagang agar nantinya mengikuti kebijakan relokasi apabila lokasi baru telah disiapkan pemerintah.

“Kalau pemerintah sudah menyiapkan lokasi baru yang layak dan sesuai, saya mengimbau agar pedagang berjualan pada tempatnya. Jangan lagi berjualan di trotoar kemudian di tempat parkir karena itu fasilitas umum,” tegasnya.

Dengan skema tersebut, penataan Pasar Sako tampaknya akan dilakukan secara bertahap. Pemerintah terlebih dahulu menyiapkan lokasi, melakukan pembenahan, kemudian menyosialisasikan rencana relokasi kepada pedagang.

Penertiban menjadi tahapan berikutnya apabila setelah diberikan sosialisasi masih terdapat pedagang yang memilih bertahan di lokasi yang tidak diperuntukkan untuk kegiatan perdagangan.

Langkah ini sekaligus menempatkan Pemkot Palembang pada dua kepentingan yang harus berjalan beriringan: menjaga ketertiban dan fungsi fasilitas umum, sekaligus memastikan keberadaan pedagang tidak diabaikan dalam proses penataan.

Kini, efektivitas kebijakan tersebut akan bergantung pada seberapa cepat pemerintah menyiapkan lokasi relokasi yang benar-benar layak serta konsistensi pengawasan setelah proses penataan dilakukan.

Penulis : Riela

Editor : Redaksi/beritametrolive.com

Berita Terkait

SWM Group Buka Suara soal Dugaan Impor Ilegal, Direktur Tegaskan Tiga Perusahaan Hanya Bergerak di Bidang Jasa Maritim
Polda Sumsel Tingkatkan Penegakan Hukum Karhutla, 43 Laporan Perkara Perorangan Ditangani
Kabid Humas Polda Sumsel Hadiri Pelantikan Pengurus SMSI Sumsel di Palembang
SDA Watch Gelar FGD Karhutla OKI: Bukan Sekadar Kritik, Dorong Policy Brief Agar Asap Tak Berulang
JNE Palembang Dukung POLSRI Sport Fest Vol. 3 2026 sebagai Official Logistics Partner, Sejalan dengan Semangat “Melesat Hebat”
Wujudkan SDM Unggul dan Presisi, Wakapolda Sumsel Pimpin Sidang Kelulusan PAG dan SBP Panda 2026
PULUHAN JUTA ROKOK ILEGAL DIMUSNAHKAN, BEA CUKAI SUMBAGTIM SELAMATKAN POTENSI KERUGIAN NEGARA Rp 20,56 MILYAR
Bea Cukai Sumbagtim Musnahkan 22,4 Juta Batang Rokok Ilegal, Nilai Barang Capai Rp40,33 Miliar

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:40 WIB

SWM Group Buka Suara soal Dugaan Impor Ilegal, Direktur Tegaskan Tiga Perusahaan Hanya Bergerak di Bidang Jasa Maritim

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Polda Sumsel Tingkatkan Penegakan Hukum Karhutla, 43 Laporan Perkara Perorangan Ditangani

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:43 WIB

Kabid Humas Polda Sumsel Hadiri Pelantikan Pengurus SMSI Sumsel di Palembang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:53 WIB

SDA Watch Gelar FGD Karhutla OKI: Bukan Sekadar Kritik, Dorong Policy Brief Agar Asap Tak Berulang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:59 WIB

JNE Palembang Dukung POLSRI Sport Fest Vol. 3 2026 sebagai Official Logistics Partner, Sejalan dengan Semangat “Melesat Hebat”

Berita Terbaru