Di Tengah Derasnya Arus Informasi, JNE Perkuat Strategi Komunikasi Bersama Media

Kamis, 10 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANGMenjaga kepercayaan publik tidak cukup hanya dengan menghadirkan layanan yang cepat. Di tengah perubahan pola komunikasi masyarakat dan derasnya arus informasi digital, keterbukaan serta hubungan yang baik dengan media menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan.

Semangat tersebut terlihat dalam Media Gathering Jilid 4 JNE Express yang mempertemukan puluhan jurnalis di Kota Palembang, Kamis (10/9/2026) sore.

Digelar di Agam Cafe, kawasan belakang Kantor Wali Kota Palembang, kegiatan berlangsung dalam suasana santai. Tidak banyak seremoni. JNE memilih membangun komunikasi dengan awak media melalui percakapan yang lebih terbuka dan dekat.

Bagi JNE, media gathering bukan semata-mata ruang untuk menyampaikan informasi perusahaan. Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan dengan insan pers sekaligus mendengarkan berbagai perkembangan yang terjadi di tengah masyarakat.

Public Relation Region Sumatra JNE Express, Khairul Tanjung, mengatakan perubahan teknologi membuat perusahaan harus semakin terbuka dalam membangun komunikasi dengan publik.

Menurutnya, media memiliki peran penting dalam membantu masyarakat memperoleh informasi yang dapat dipercaya, termasuk ketika informasi mengenai sebuah perusahaan berkembang di ruang publik.

“JNE butuh media. Bukan cuma untuk memberitakan promo atau layanan baru. Lebih dari itu, kami butuh komunikasi dua arah yang sehat. Kalau komunikasinya terbuka, saling memahami itu jadi mudah,” kata Khairul.

Ia mengatakan JNE melihat media sebagai mitra strategis dalam membangun komunikasi publik. Karena itu, hubungan dengan wartawan tidak seharusnya hanya terjalin ketika perusahaan memiliki agenda atau kegiatan tertentu.

Komunikasi yang berlangsung secara rutin dinilai dapat menciptakan pemahaman yang lebih baik antara perusahaan dan media.

“Informasi sekarang larinya luar biasa cepat. Kejadian di ujung Indonesia bisa langsung heboh di Palembang dalam hitungan detik. Tantangannya bukan lagi cepat-cepatan, tapi bagaimana informasi itu akurat dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Suasana gathering yang dimulai sekitar pukul 15.00 WIB itu berlangsung cair. Jurnalis dan pihak JNE berdiskusi mengenai perubahan perilaku masyarakat dalam mendapatkan informasi, perkembangan media digital, hingga tantangan perusahaan dalam berkomunikasi dengan publik.

Perubahan tersebut juga menjadi perhatian JNE. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengiriman dan memiliki keterhubungan erat dengan aktivitas masyarakat serta pelaku usaha, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan menjadi hal penting.

Khairul menilai masyarakat saat ini semakin kritis sekaligus memiliki banyak pilihan dalam memperoleh informasi.

“Masyarakat sekarang punya banyak pilihan. Makanya, tugas kita bareng-bareng adalah memastikan yang sampai ke mereka itu informasi yang relevan, cepat, tapi yang paling penting: benar dan bermanfaat,” katanya.

Menurut Khairul, hubungan yang dibangun JNE bersama media diharapkan tidak berhenti pada kegiatan gathering. Komunikasi yang berkesinambungan justru menjadi bagian penting untuk menjaga hubungan baik dan membangun kepercayaan.

“Kami tidak mau hubungan ini putus setelah acara selesai. Justru dari ngopi santai seperti inilah komunikasi yang kuat itu terbangun,” tuturnya.

Media Gathering Jilid 4 sekaligus memperlihatkan pendekatan JNE dalam membangun relasi dengan insan pers. Suasana informal membuat diskusi berlangsung lebih terbuka, sementara berbagai isu yang berkembang dapat dibicarakan secara langsung.

Di tengah persaingan industri jasa pengiriman yang terus berkembang, kedekatan dengan masyarakat dan kemampuan membangun komunikasi publik menjadi modal penting bagi perusahaan.

Bagi JNE, membangun hubungan dengan media bukan hanya tentang bagaimana perusahaan diberitakan. Lebih jauh, komunikasi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keterhubungan dengan masyarakat dan memahami kebutuhan publik yang terus berubah.

Dari sebuah meja kopi di Palembang, JNE dan insan pers mencoba memperkuat satu hal yang semakin penting di era digital: komunikasi yang terbuka, hubungan yang berkelanjutan, dan kepercayaan publik.

Penulis : Riela

Editor : Redaksi/beritametrolive.com

Berita Terkait

Wujud Kepedulian Sosial, Bidhumas Polda Sumsel Bagikan Nasi Uduk kepada Masyarakat
Pempek Yudi Disidak Usai Aduan Warga, Pengelolaan Limbah Jadi Perhatian
SMPN 33 Palembang Rasakan Perhatian Ratu Dewa, Lapangan Diaspal hingga MBG Bantu Siswa dari Keluarga Kurang Mampu
Polisi Tangkap SA, Terduga Pelaku Pencurian Lapak di Prabumulih
Kerangka Ditemukan di Rumah Kosong, Polres Banyuasin Ungkap Pembunuhan Dua Bersaudara
Pendiri Harimau Sumatera Bersatu Ucapkan Selamat Ulang Tahun kepada Aris Supriyadi
Kecelakaan Beruntun di Tol Palindra KM 9, Belasan Penumpang Bus DAMRI Luka-Luka
Polda Sumsel Tangkap Dua Buruh Pembakar Lahan Seluas 1,5 Hektare di Palembang

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 19:43 WIB

Di Tengah Derasnya Arus Informasi, JNE Perkuat Strategi Komunikasi Bersama Media

Kamis, 10 September 2026 - 19:22 WIB

Wujud Kepedulian Sosial, Bidhumas Polda Sumsel Bagikan Nasi Uduk kepada Masyarakat

Kamis, 10 September 2026 - 18:25 WIB

Pempek Yudi Disidak Usai Aduan Warga, Pengelolaan Limbah Jadi Perhatian

Kamis, 10 September 2026 - 11:04 WIB

SMPN 33 Palembang Rasakan Perhatian Ratu Dewa, Lapangan Diaspal hingga MBG Bantu Siswa dari Keluarga Kurang Mampu

Senin, 7 September 2026 - 18:04 WIB

Polisi Tangkap SA, Terduga Pelaku Pencurian Lapak di Prabumulih

Berita Terbaru