Puluhan Massa Aliansi Aktivis Kritis Indonesia Demo di Kantor Kapolda Sumsel, Desak Penanganan Kasus Tanah Ogan Ilir yang Diduga Lamban

Senin, 26 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang – BERITAMETRONEWS.COM
Puluhan massa dari Aliansi Aktivis Kritis Indonesia (A2KI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan, Senin (26/5/2025). Mereka mendesak Kapolda Sumsel untuk mengevaluasi dan menindaklanjuti kinerja Kasat Reskrim, Kanit, Penyidik, dan Penyidik Pembantu Polres Ogan Ilir yang diduga lamban menangani proses penyelidikan kasus pertanahan yang telah berlangsung selama 10 bulan tanpa kejelasan hukum.

Koordinator Aksi A2KI, Maulana AHA, S.H., mengatakan aksi ini sebagai bentuk keprihatinan sekaligus tanggung jawab moral atas permasalahan yang terjadi di wilayah Kabupaten Ogan Ilir, khususnya terkait dugaan lambannya penanganan kasus pertanahan di Polres Ogan Ilir.

“Kami dengan ini menyampaikan pernyataan sikap sebagai bentuk keprihatinan dan tanggung jawab moral terhadap permasalahan yang terjadi di wilayah Kabupaten Ogan Ilir, khususnya terkait dugaan lambannya penanganan kasus pertanahan di Polres Ogan Ilir,” ujar Maulana kepada wartawan.

Adapun pernyataan sikap yang disampaikan oleh A2KI adalah sebagai berikut:

Mendesak Kapolda Sumatera Selatan untuk mengevaluasi kinerja Kasat Reskrim, Kanit, Penyidik, dan Penyidik Pembantu Polres Ogan Ilir yang diduga terkesan lamban dalam menangani proses penyelidikan kasus pertanahan di Ogan Ilir yang sudah berjalan selama 10 bulan tanpa ada kejelasan hukum.

READ  Herman Deru dan Cik Ujang: Kharismatik, Dedikasi Tinggi, Siap Pimpin Sumsel 2024-2029

Mempertanyakan kejelasan dan perkembangan laporan polisi dengan nomor LP/B/107/VW2024/SPKT/POLRES OGAN ILIR/POLDA SUMSEL yang hingga saat ini diduga belum memiliki kejelasan status hukum dan tindak lanjutnya.

Sebagai dasar hukum atas tuntutan tersebut, massa aksi merujuk pada beberapa regulasi, antara lain:

Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, yang menjamin hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat secara lisan, tertulis, maupun melalui aksi damai.

Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, Pasal 13 dan Pasal 14, yang menegaskan tugas Polri dalam menegakkan hukum serta memberikan pelayanan kepada masyarakat secara profesional, proporsional, dan transparan.

Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, Pasal 17 dan Pasal 11 ayat (1), yang menjamin hak warga negara atas keadilan dan perlindungan hukum dari penyalahgunaan kekuasaan.

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA), yang menjamin kepastian hukum atas hak atas tanah dan penyelesaian agraria secara adil.

Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Perkapolri) Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Kepolisian Negara Republik Indonesia, yang mewajibkan setiap anggota Polri bekerja secara jujur, adil, transparan, dan bertanggung jawab.

READ  Pelantikan Pengurus PW Pemuda Muhammadiyah Sumsel 2023-2027: Awal Tahun Penuh Semangat Baru

Maulana menegaskan, jika tuntutan aksi ini tidak segera ditindaklanjuti, pihaknya bersama massa aksi akan melanjutkan demonstrasi ke Markas Besar Polri.

“Jika tuntutan aksi kami tidak ditindaklanjuti, kami akan aksi di Mabes Polri,” tegas Maulana.

Usai aksi, massa melakukan audiensi dengan penyidik senior atau Kabag Wassidik Ditreskrimsus Polda Sumsel, AKBP Munasdim, yang mengatakan aspirasi mereka diterima.

“Berkaitan dengan penanganan kasus yang disampaikan, sudah diproses di Polres Ogan Ilir. Ke depan nanti kami akan konfirmasi ke Polres terkait penanganan kasus ini. Kami akan mengundang mereka untuk menggelar perkara,” ujar AKBP Munasdim.

Aksi berlangsung damai dan tertib, serta diakhiri dengan komitmen dari pihak Ditreskrimsus Polda Sumsel untuk menindaklanjuti laporan tersebut demi keadilan hukum dan kepercayaan masyarakat.

Berita Terkait

SWM Group Buka Suara soal Dugaan Impor Ilegal, Direktur Tegaskan Tiga Perusahaan Hanya Bergerak di Bidang Jasa Maritim
Polda Sumsel Tingkatkan Penegakan Hukum Karhutla, 43 Laporan Perkara Perorangan Ditangani
Kabid Humas Polda Sumsel Hadiri Pelantikan Pengurus SMSI Sumsel di Palembang
SDA Watch Gelar FGD Karhutla OKI: Bukan Sekadar Kritik, Dorong Policy Brief Agar Asap Tak Berulang
JNE Palembang Dukung POLSRI Sport Fest Vol. 3 2026 sebagai Official Logistics Partner, Sejalan dengan Semangat “Melesat Hebat”
Wujudkan SDM Unggul dan Presisi, Wakapolda Sumsel Pimpin Sidang Kelulusan PAG dan SBP Panda 2026
PULUHAN JUTA ROKOK ILEGAL DIMUSNAHKAN, BEA CUKAI SUMBAGTIM SELAMATKAN POTENSI KERUGIAN NEGARA Rp 20,56 MILYAR
Sumpah Pemuda Ke – 98 : Firdaus Hasbullah Serukan Pemuda PALI Bangkit Jadi Motor Perubahan Untuk Indonesia Emas

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:40 WIB

SWM Group Buka Suara soal Dugaan Impor Ilegal, Direktur Tegaskan Tiga Perusahaan Hanya Bergerak di Bidang Jasa Maritim

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Polda Sumsel Tingkatkan Penegakan Hukum Karhutla, 43 Laporan Perkara Perorangan Ditangani

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:43 WIB

Kabid Humas Polda Sumsel Hadiri Pelantikan Pengurus SMSI Sumsel di Palembang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:53 WIB

SDA Watch Gelar FGD Karhutla OKI: Bukan Sekadar Kritik, Dorong Policy Brief Agar Asap Tak Berulang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:59 WIB

JNE Palembang Dukung POLSRI Sport Fest Vol. 3 2026 sebagai Official Logistics Partner, Sejalan dengan Semangat “Melesat Hebat”

Berita Terbaru