Palembang – BERITAMETRONEWS.COM
Penggunaan media sosial telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari di era digital ini. Bagi Polri, media sosial merupakan sarana komunikasi publik yang vital. Media sosial membantu Polri menyebarkan informasi dengan cepat dan luas kepada masyarakat, terutama dalam situasi darurat, bencana alam, atau kejadian penting. Sebaliknya, Polri juga bisa segera mengetahui informasi yang diunggah oleh masyarakat di media sosial.
Dalam acara sosialisasi pemahaman penggunaan media sosial bagi anggota Polri di Polda Sumsel pada Rabu (5/6/2024), Korsahli Kapolri Irjen Eddy Sumitro Tambunan bersama Penasehat Kapolri Bidang Media Sosial Rustika Herlambang menekankan pentingnya adaptasi strategi dalam mengelola informasi publik di era digital.
“Media sosial bagaikan pisau bermata dua,” ujar Irjen Eddy Sumitro. “Di satu sisi, media sosial menawarkan manfaat besar seperti terjalinnya komunikasi, penyebaran informasi, hingga menjalankan bisnis. Namun, di sisi lain, penyalahgunaan media sosial bisa berakibat fatal, seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, cyberbullying, bahkan tindak pidana.”
Menurut mantan Wakapolda Jabar tersebut, Polri harus bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial. Setiap anggota Polri memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem digital yang sehat dan kondusif.
“Salah satu langkah penting adalah memastikan bahwa setiap informasi yang disebarkan telah terverifikasi kebenarannya. Penyebaran berita palsu atau hoaks tidak hanya merugikan individu, tetapi juga bisa mengganggu stabilitas ketertiban umum,” tambahnya.
Irjen Eddy Sumitro juga mengingatkan agar tidak terjadi pelanggaran yang menjadi viral di media sosial, seperti konten yang tidak sesuai dengan norma dan nilai-nilai kepolisian, penyalahgunaan kewenangan, dan pamer kekayaan serta gaya hidup hedonis.
“Era digital yang terus berkembang menuntut pemahaman penggunaan media sosial bagi anggota Polri secara berkala. Viralitas media sosial memiliki potensi besar dalam mempengaruhi opini publik dan memicu reaksi cepat dari masyarakat,” jelasnya.
Kapolri alumni Akpol 1989 ini juga menekankan bahwa Polri memerlukan strategi manajemen media yang efektif untuk menciptakan keamanan serta mencegah penyebaran isu yang dapat mengganggu ketertiban. Strategi ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan meminimalisir penyebaran informasi yang salah atau fitnah.
Dalam kegiatan sosialisasi yang turut dihadiri Kapolda Sumsel Irjen A Rachmad Wibowo, Wakapolda Brigjen M Zulkarnaen, serta para pejabat utama Polda dan Kapolres, Kapolsek sejajaran Polda Sumsel secara virtual, Irjen Eddy Sumitro berharap adanya kesamaan persepsi dalam penggunaan media sosial. Media sosial juga harus menjadi sarana untuk mencari dan mendengar permasalahan yang terjadi di lapangan.
Dengan pemahaman yang baik dan bijak dalam menggunakan media sosial, Polri diharapkan mampu menyampaikan pesan kepada masyarakat dengan akurasi dan kecepatan yang sama dengan penyebaran informasi di media sosial, dalam rangka menjaga ketertiban masyarakat.















