Lempuing, OKI –
BERITAMETRONEWS.COM
Untuk mencegah berkembangnya paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme di tengah masyarakat, Ditintelkam Polda Sumsel bersama Polsek Lempuing dan Majelis Taklim Nurul Amin menggelar kegiatan himbauan kamtibmas di Desa Bumiarjo Makmur. Acara ini dihadiri oleh sekitar 70 warga desa, termasuk Kepala Desa Bumiarjo Makmur, Sukris Raharjo, dan tokoh masyarakat setempat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya proaktif Polri untuk melindungi masyarakat dari pengaruh kelompok radikal yang berupaya merongrong keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dalam himbauannya, Kanit IV Subdit IV Ditintelkam Polda Sumsel, AKP Burnani, SH, menekankan pentingnya kesadaran kolektif untuk menolak segala bentuk intoleransi dan radikalisme.
“Intoleransi dan radikalisme adalah ancaman nyata bagi NKRI. Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat, terutama generasi muda, dapat memahami dan menghindari pengaruh negatif dari kelompok-kelompok radikal,” ujar AKP Burnani.
Melalui ceramah yang disampaikan oleh Ustad Arif Khoirul Anwar, Ketua Majelis Taklim Nurul Amin, masyarakat diajak untuk selalu mencintai tanah air dan waspada terhadap ajakan kelompok yang menyebarkan paham radikalisme. Ustad Arif menekankan bahwa mencintai tanah air adalah bagian dari iman, dan mengajak seluruh peserta untuk tidak mudah terpengaruh oleh ideologi yang merusak persatuan bangsa.
“Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kerjasama antara Polri dan masyarakat dalam memerangi paham radikalisme. Intinya, jika tidak cinta tanah air, jangan diikuti,” tegas Ustad Arif.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan masyarakat Desa Bumiarjo Makmur menjadi lebih waspada dan berperan aktif dalam menjaga keamanan serta ketertiban di lingkungan sekitar. Polri dan masyarakat diharapkan dapat bersama-sama menolak segala bentuk ajaran yang dapat merusak keharmonisan dan persatuan bangsa.















