Fadilla alias Datuk Resmi Tersangka Penganiayaan Terhadap Dokter Koas di Palembang

Sabtu, 14 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang – BMNEWS.COM
Fadilla alias Datuk (36), sopir dari orang tua teman korban yang juga seorang dokter muda, resmi ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan terhadap Muhammad Luthfi, dokter koas di RS Siti Fatimah Az Zahra. Penetapan tersangka ini dilakukan setelah Fadilla menjalani pemeriksaan selama 14 jam oleh penyidik Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel.

Dalam pres rilis yang digelar Sabtu (14/12/2024), Datuk hadir mengenakan baju tahanan oranye milik Polda Sumsel. Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Sunarto, bersama Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Kombes Pol Anwar Reksowidjojo, menjelaskan kronologi kejadian yang terjadi di sebuah cafe di Jalan Demang Lebar Daun Palembang pada Rabu (11/12/2024).

Menurut Anwar, kejadian bermula saat korban, Muhammad Luthfi, diajak oleh orang tua teman sesama dokter muda untuk bertemu dan membahas jadwal piket malam tahun baru. Namun, saat pertemuan tersebut, korban dianggap tidak menggubris pembicaraan orang tua teman tersebut, yang akhirnya memicu emosi Datuk, yang berada di tempat kejadian. Dalam keadaan emosi, Datuk langsung melakukan penganiayaan terhadap korban.

“Pelaku kesal dan emosi karena korban dianggap tidak menghargai orang tua teman korban yang sedang berbicara, serta tidak mengikuti permintaan majikannya,” kata Kombes Anwar.

Datuk, yang telah bekerja sebagai sopir untuk orang tua teman korban selama 20 tahun, turut diundang untuk mengantar orang tua teman korban dalam pertemuan tersebut. Namun, akibat ketegangan dalam percakapan, Datuk beralih ke tindakan kekerasan.

Barang bukti yang diamankan oleh penyidik antara lain sebuah flashdisk berisi rekaman CCTV kejadian, surat keterangan hasil visum et repertum, serta pakaian pelaku dan korban saat insiden tersebut. Penyidik juga masih mengembangkan kasus ini untuk memastikan apakah ada keterlibatan lebih lanjut dari pihak majikan pelaku. Jika ditemukan bukti yang mendukung, majikan pelaku bisa dijadikan tersangka.

Sebelumnya, aksi penganiayaan tersebut sempat viral di media sosial, di mana dalam video berdurasi 12 detik, korban yang masih mengenakan seragam dokter coass dipukuli oleh pria berbaju merah, yang kemudian terungkap sebagai Datuk. Akibat pemukulan tersebut, korban mengalami luka memar pada wajah dan mata merah, dan saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan Palembang.

Penyidik Polda Sumsel akan terus melanjutkan penyelidikan dan pengumpulan bukti lebih lanjut terkait kasus ini.

Berita Terkait

Terekam CCTV, Perempuan di Palembang Ditangkap Usai Curi Perhiasan Perak Rp4,64 Juta
Polrestabes Palembang Ringkus Pemuda 23 Tahun Kurang dari Sejam Usai Nenek Kandung Tewas
Polda Sumsel Ungkap Kronologi Penemuan Bripda Rizki Ardianto di Perairan Sungai Badak
Di Tengah Derasnya Arus Informasi, JNE Perkuat Strategi Komunikasi Bersama Media
Wujud Kepedulian Sosial, Bidhumas Polda Sumsel Bagikan Nasi Uduk kepada Masyarakat
Pempek Yudi Disidak Usai Aduan Warga, Pengelolaan Limbah Jadi Perhatian
SMPN 33 Palembang Rasakan Perhatian Ratu Dewa, Lapangan Diaspal hingga MBG Bantu Siswa dari Keluarga Kurang Mampu
Polisi Tangkap SA, Terduga Pelaku Pencurian Lapak di Prabumulih

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 22:17 WIB

Terekam CCTV, Perempuan di Palembang Ditangkap Usai Curi Perhiasan Perak Rp4,64 Juta

Sabtu, 12 September 2026 - 13:42 WIB

Polrestabes Palembang Ringkus Pemuda 23 Tahun Kurang dari Sejam Usai Nenek Kandung Tewas

Sabtu, 12 September 2026 - 08:46 WIB

Polda Sumsel Ungkap Kronologi Penemuan Bripda Rizki Ardianto di Perairan Sungai Badak

Kamis, 10 September 2026 - 19:43 WIB

Di Tengah Derasnya Arus Informasi, JNE Perkuat Strategi Komunikasi Bersama Media

Kamis, 10 September 2026 - 19:22 WIB

Wujud Kepedulian Sosial, Bidhumas Polda Sumsel Bagikan Nasi Uduk kepada Masyarakat

Berita Terbaru