Palembang – BERITAMETROLIVE.COM
Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru, menegaskan pentingnya penguatan hilirisasi dan tata kelola industri kelapa sawit dalam menghadapi dinamika global. Hal itu disampaikannya saat membuka Andalas Forum VI Tahun 2026 yang digelar oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia di Ballroom Hotel Aryaduta Palembang, Kamis (16/4/2026).
Forum berskala nasional tersebut mengusung tema sinergi untuk tata kelola, pertumbuhan ekonomi, dan keberlanjutan, serta dihadiri ratusan pelaku industri sawit dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam sambutannya, Herman Deru mengapresiasi pelaksanaan forum yang dinilai memberikan dampak langsung terhadap perekonomian daerah, terutama karena menghadirkan pelaku usaha dari seluruh Indonesia.
“Kehadiran peserta dari berbagai wilayah ini tentu berdampak positif bagi pergerakan ekonomi di Sumsel,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa Sumatera Selatan merupakan salah satu wilayah strategis dalam industri sawit nasional, dengan kontribusi sekitar 9 hingga 10 persen dari total perkebunan sawit Indonesia.
Menurutnya, forum ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga harus mampu melahirkan rekomendasi konkret untuk menjawab berbagai tantangan industri, baik dari sisi regulasi, pasar global, maupun keberlanjutan.
“Dengan luas perkebunan sawit nasional mencapai 16,8 juta hektare, diperlukan langkah strategis yang terukur agar sektor ini semakin kuat dan berdaya saing,” tegasnya.
Lebih jauh, Herman Deru menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur penunjang, termasuk percepatan proyek Pelabuhan Tanjung Carat yang dinilai menjadi kunci dalam menekan biaya logistik dan meningkatkan efisiensi industri.
Sementara itu, Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, menyebut industri kelapa sawit sebagai sektor yang terbukti tangguh menghadapi berbagai krisis global. Ia mendorong pemerintah untuk terus memperkuat dukungan, khususnya dalam aspek hilirisasi, perpajakan, peningkatan daya saing, serta kepastian hukum lahan.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif percepatan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat. Ini akan berdampak signifikan dalam menurunkan biaya logistik dan produksi,” ujarnya.
Senada, Staf Ahli Bidang Konektivitas dan Pengembangan Jasa, Dida Gardera, menilai sektor kelapa sawit sebagai salah satu pilar utama perekonomian nasional yang harus terus diperkuat melalui hilirisasi agar memberikan nilai tambah maksimal di dalam negeri.
Andalas Forum VI yang berlangsung selama dua hari ini diikuti lebih dari 500 peserta, melampaui target awal. Kegiatan tersebut menghadirkan empat sesi seminar strategis, mulai dari penguatan standar ISPO untuk pasar global hingga inovasi teknologi dalam rantai pasok industri sawit.
Selain itu, forum juga diramaikan dengan pameran yang melibatkan puluhan eksibitor, menampilkan berbagai inovasi terbaru di sektor kelapa sawit.
Forum ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi strategis yang tidak hanya memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen sawit terbesar dunia, tetapi juga mendorong kesejahteraan petani serta meningkatkan kontribusi sektor ini terhadap perekonomian nasional.
Penulis : RQ
Editor : Redaksi/beritametrolive.com















