Palembang — BERITAMETROLIVE.COM
Pengungkapan jaringan narkotika internasional kembali terjadi di Sumatera Selatan. Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Selatan memusnahkan 16,9 kilogram sabu yang disebut berasal dari jaringan Malaysia–Palembang, Rabu, 22 April 2026.
Barang bukti itu merupakan hasil penggerebekan di sebuah rumah di kawasan Griya Kampung Serang, Palembang, yang diduga dijadikan gudang penyimpanan narkotika. Pengungkapan berawal dari laporan warga yang mencurigai aktivitas di lokasi tersebut.
Selama tujuh hari, petugas melakukan pengintaian sebelum akhirnya melakukan penyergapan pada 25 Maret 2026 dini hari. Seorang pria berinisial J (32) diamankan di lokasi. Dari rumah itu, petugas menemukan dua koper berisi 15 bungkus sabu dengan total berat 16,9 kilogram.
Sebagian besar sabu dikemas dalam kemasan bermerek, pola yang lazim digunakan dalam distribusi narkotika lintas negara.
Pengembangan kasus kemudian mengarah pada tersangka lain, H, yang diduga berperan sebagai kurir. Ia ditangkap sehari setelah penggerebekan di kawasan Jalan Mayor Zen, Palembang.
Kepala BNNP Sumsel, Brigjen Pol Hisar Siallagan, mengatakan kasus ini memperlihatkan bahwa Sumatera Selatan masih menjadi bagian dari jalur peredaran narkotika internasional.
“Jaringan ini bukan jaringan kecil. Ada keterlibatan lintas negara dengan pola yang rapi dan terorganisasi,” kata Hisar.
Menurut dia, penindakan tidak akan berhenti pada pelaku lapangan. BNNP Sumsel kini memburu dua orang yang diduga sebagai pengendali utama jaringan tersebut.
“Kami terus melakukan pengembangan. Dua orang yang masuk DPO saat ini masih dalam pengejaran dan menjadi prioritas,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemusnahan barang bukti bukan sekadar prosedur hukum, tetapi juga bagian dari strategi menekan peredaran narkotika.
“Setiap barang bukti yang dimusnahkan berarti kita mencegah potensi kerusakan yang lebih luas di masyarakat,” kata Hisar.
Ia juga menyoroti peran masyarakat dalam pengungkapan kasus ini. Informasi awal dari warga dinilai menjadi kunci terbukanya jaringan tersebut.
“Partisipasi masyarakat sangat penting. Ini menunjukkan bahwa upaya pemberantasan narkotika membutuhkan keterlibatan semua pihak,” ujarnya.
BNNP Sumsel memastikan akan terus menelusuri jaringan ini hingga ke tingkat pengendali, termasuk yang diduga berada di luar negeri.
Penulis : Riela
Editor : Redaksi/beritametrolive.com















