Koalisi Ormas Desak Kejati Sumsel Serius Usut Kasus Kredit Bermasalah, Soroti Dugaan Mafia Lelang

Rabu, 20 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang – BERITAMETRONEWS.COM
Aksi unjuk rasa digelar Koalisi Ormas, Aktivis, dan Mahasiswa Sumatera Selatan di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel), Rabu (20/8/2025). Massa mendesak aparat penegak hukum agar serius dan transparan dalam menangani kasus dugaan korupsi kredit bermasalah dengan nilai kerugian negara mencapai triliunan rupiah.

Koordinator aksi, Umar Yuli Abbas, menegaskan bahwa pihaknya hanya meminta Kejati Sumsel untuk benar-benar mengungkap kasus ini secara tuntas. Ia menilai penanganan perkara masih menyisakan sejumlah kejanggalan, terutama terkait pelelangan aset sitaan.

“Kalau memang WS bersalah, penjarakan dan sita semua asetnya. Yang tidak masuk akal, barang sitaan yang masih dalam proses penyidikan itu malah dilelang, dan kejaksaan seolah melakukan pembiaran,” tegas Umar dalam orasinya.

Umar memaparkan, dari total aset senilai Rp995 miliar yang dilelang, PT SPP disebut memenangi dengan nilai Rp550 miliar. Belakangan, Kejati langsung menyita uang Rp506,15 miliar dari hasil lelang tersebut. Namun, menurut Umar, masih ada aset lain senilai Rp700 miliar lebih yang juga dilelang dan kembali dimenangkan perusahaan yang sama dengan nilai sekitar Rp350 miliar.

“Artinya, aset WS yang nilainya sekitar Rp1,7 triliun hanya dihargai sekitar Rp900 miliar. Dengan estimasi kerugian negara Rp1,3 triliun, berarti ada potensi kerugian sekitar Rp400 miliar. Ini yang kami curigai ada permainan mafia pelelangan antara pihak bank, KPKNL, dan pembiaran dari kejaksaan,” ujar Umar.

Massa aksi juga menyampaikan kekecewaan atas sikap Kejati Sumsel yang dinilai hanya menerima aspirasi tanpa memberi jawaban konkret. Umar menyebut tanggapan pihak kejaksaan hari ini tidak memuaskan.

“Pihak Kejati hanya bilang akan menyampaikan ke pimpinan, tanpa ada langkah serius. Kami tidak ingin persoalan sebesar ini hanya dianggap formalitas,” tambahnya.

Umar menegaskan, pihaknya akan melanjutkan aksi dengan rencana menggelar unjuk rasa di kantor BRI dan KPKNL dalam waktu dekat. “Mungkin minggu depan kami akan demo di BRI dan KPKNL. Kalau Kejati Sumsel tidak menindaklanjuti, kami akan bawa persoalan ini ke Kejaksaan Agung,” pungkasnya.

Berita Terkait

Kapolrestabes Palembang Perkuat Sinergi dengan Insan Pers, Ormas, dan Aktivis Melalui Silaturahmi
LASKAR SUMSEL Laporkan Dugaan Pelanggaran PT KMM, OJK Pastikan Aduan Akan Ditindaklanjuti
Herman Deru Hadiri Musda XI Golkar Sumsel, Bahlil Tekankan Konsolidasi Kader dan Legalisasi Sumur Minyak Rakyat
“Revitalisasi Pasar 16 Ilir, Langkah Strategis Menata Kembali Ikon Perdagangan Bersejarah Kota Palembang”
Bidang Kepemudaan DPC Harimau Sumatera Bersatu Kota Palembang Wujudkan Program Jumat Berkah Melalui PAC Kertapati
“Kasus Wakil Bupati PALI Memasuki Babak Baru, SOAK Minta Kejati Sumsel Hentikan Penanganan”
Polsek Sekayu Gelar Patroli Rutin dan Pemeriksaan Kendaraan Demi Menjaga Kamtibmas
SIRA Demo di Kantor Gubernur Sumsel, Desak Investigasi Dugaan Pencemaran PT Pusri

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:13 WIB

Kapolrestabes Palembang Perkuat Sinergi dengan Insan Pers, Ormas, dan Aktivis Melalui Silaturahmi

Senin, 3 Agustus 2026 - 15:05 WIB

LASKAR SUMSEL Laporkan Dugaan Pelanggaran PT KMM, OJK Pastikan Aduan Akan Ditindaklanjuti

Senin, 3 Agustus 2026 - 07:47 WIB

Herman Deru Hadiri Musda XI Golkar Sumsel, Bahlil Tekankan Konsolidasi Kader dan Legalisasi Sumur Minyak Rakyat

Senin, 3 Agustus 2026 - 06:05 WIB

“Revitalisasi Pasar 16 Ilir, Langkah Strategis Menata Kembali Ikon Perdagangan Bersejarah Kota Palembang”

Jumat, 31 Juli 2026 - 14:38 WIB

Bidang Kepemudaan DPC Harimau Sumatera Bersatu Kota Palembang Wujudkan Program Jumat Berkah Melalui PAC Kertapati

Berita Terbaru