Rico Virnando Ingatkan Pemimpin Sumsel: Dengarkan Rakyat Sebelum Gejolak Seperti Pati Terulang

Kamis, 14 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang – BERITAMETRONEWS.COM
Pati bergolak. Puluhan ribu warga turun ke jalan, menuntut Bupati Sudewo mundur dari jabatannya. Bagi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Cendekia Rakyat (Gencar) Sumatera Selatan, Rico Virnando, SE, peristiwa ini adalah alarm keras bagi kepala daerah di Sumsel: kebijakan tanpa dialog hanya akan melahirkan krisis kepercayaan.

“Kalau aspirasi diabaikan, rakyat akan mencari cara untuk didengar. Dan ketika mereka sudah bersatu, kepala daerah harus siap diminta mempertanggungjawabkan setiap kebijakan yang diambil,” kata Rico di Palembang, Rabu (13/8/2025).

Ia menegaskan, pola pengambilan keputusan yang mengesampingkan suara publik berisiko memicu perlawanan. Menurutnya, sikap arogan atau terkesan menantang hanya akan memperlebar jurang antara pemerintah dan masyarakat.

“Empati itu penting. Dengarkan keluhan, libatkan masyarakat dalam proses. Kebijakan yang dihasilkan lewat dialog akan jauh lebih diterima,” ujarnya.

Rico mengingatkan, jika protes publik telah menguat dan dilakukan secara solid, langkah bijak bagi pemimpin adalah melakukan evaluasi menyeluruh serta membuka ruang partisipasi dari semua elemen.

“Kita tidak ingin Sumsel mengalami ‘Pati Kedua’. Budaya persaudaraan dan tepo seliro yang kita junjung harus dijaga dengan komunikasi yang sehat antara pemerintah dan rakyat,” ucapnya.

Unjuk rasa besar-besaran di Pati terjadi di depan Kantor Bupati pada Rabu (13/8/2025). Massa membawa keranda mayat dan spanduk bertuliskan “Lengserkan Bupati” hingga “Usut Tuntas KPK”. Situasi memanas ketika Bupati Sudewo menemui massa, yang kemudian melayangkan lemparan sandal jepit dan botol air mineral ke arahnya.

Aksi tersebut merupakan buntut kebijakan kenaikan pajak daerah hingga 250 persen. Meski kebijakan itu telah dicabut, gelombang protes tak surut. Warga tetap menuntut Sudewo mundur dari kursi bupati.

Berita Terkait

Kepala SMKN Sumsel Klarifikasi Isu Anak Marbot Terancam Gagal Ujian karena Uang Komite: Semua Siswa Tetap Ikut Semester
HSB Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Kertapati, Tegaskan Solidaritas Sosial dan Kepedulian Antaranggota
Ki Sukma Patih Raga: Spiritualitas, Tauhid, dan Ikhtiar Mengatasi Gangguan Nonfisik dengan Pendekatan Islami
PKDP Sektor Sekip Sembelih 8 Ekor Sapi dan 7 Ekor Kambing, Warga Penuh Antuasias
Mandiri Berbagi Kebaikan ke Seantero Negeri” Bank Mandiri Melaksanakan Pemotongan 2.529 ekor Hewan pada Hari Raya Idul Adha 1447 H
Sapi Kurban 600 Kilogram Milik Hj. Maryamah Dominasi Iduladha di Masjid Nurul Hidayah Palembang
Dua Periode Berturut-turut, Herman Deru Percayakan Yan Coga Salurkan Sapi Kurban untuk Rakyat
Diky Haitami Pimpin Kurban Bersama HSB, Ratusan Warga Palembang Terima Manfaat

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 22:27 WIB

Kepala SMKN Sumsel Klarifikasi Isu Anak Marbot Terancam Gagal Ujian karena Uang Komite: Semua Siswa Tetap Ikut Semester

Senin, 1 Juni 2026 - 16:09 WIB

HSB Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Kertapati, Tegaskan Solidaritas Sosial dan Kepedulian Antaranggota

Minggu, 31 Mei 2026 - 16:52 WIB

Ki Sukma Patih Raga: Spiritualitas, Tauhid, dan Ikhtiar Mengatasi Gangguan Nonfisik dengan Pendekatan Islami

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:34 WIB

PKDP Sektor Sekip Sembelih 8 Ekor Sapi dan 7 Ekor Kambing, Warga Penuh Antuasias

Jumat, 29 Mei 2026 - 08:45 WIB

Mandiri Berbagi Kebaikan ke Seantero Negeri” Bank Mandiri Melaksanakan Pemotongan 2.529 ekor Hewan pada Hari Raya Idul Adha 1447 H

Berita Terbaru