Palembang – BMNEWS.COM
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sumatera Selatan mengadakan rapat evaluasi bersama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Usaha Lainnya (BULD), yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel, Edward Candra. Pertemuan ini bertujuan untuk mengevaluasi pencapaian pendapatan daerah yang dinilai belum optimal dan merumuskan strategi baru untuk mencapai target yang telah ditetapkan. Rabu (18/9).
Kepala Bapenda Prov. Sumsel, H. Achmad Rizwan, S.STP, M.M, menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi pencapaian target pendapatan. “Sektor BUMD sudah menunjukkan hasil yang positif, dengan beberapa di antaranya berhasil melampaui target. Namun, ada juga yang belum mencapai target akibat kondisi ekonomi, seperti yang dialami oleh PT SEG dan dampak dari fluktuasi harga jual batu bara pada PT Bukit Asam,” ungkap Rizwan.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa untuk sektor retribusi, pelaksanaannya sudah sesuai rencana dan hanya perlu penyesuaian sejalan dengan penerapan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hak Keuangan dan Aset Daerah (HKPD), di mana beberapa jenis retribusi akan dialihkan menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Dalam kesempatan tersebut, Rizwan menekankan pentingnya evaluasi dan pengembangan strategi. “Kami berharap seluruh OPD dan BUMD dapat melakukan evaluasi internal untuk mengoptimalkan pencapaian target yang ditetapkan dalam APBD 2024. Setiap pihak harus bertanggung jawab terhadap kewajiban yang ada, agar kita bisa mewujudkan target pendapatan daerah yang lebih baik di semester kedua tahun 2024,” tegasnya.
Rapat ini menjadi momen penting bagi semua pihak untuk berkomitmen dalam meningkatkan kinerja dan produktivitas pendapatan daerah demi kemajuan Provinsi Sumsel. Bapenda Prov. Sumsel optimis dengan langkah strategis yang telah dirumuskan, pencapaian target pendapatan akan lebih maksimal ke depannya.















