Palembang – BERITAMETRONEWS.COM
Pemerintah Kota Palembang memulai langkah besar untuk menangani masalah sampah yang melanda dengan membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) modern di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukawinatan. Proyek ambisius ini, didukung oleh dana hibah dari Bank Dunia melalui Kementerian Dalam Negeri, diharapkan dapat mengubah lanskap kebersihan kota. Rabu (3/7)
“TPST ini bukan hanya solusi bagi persoalan sampah berat yang kita hadapi, tetapi juga merupakan komitmen kita untuk menjaga lingkungan dengan teknologi terbaru,” ungkap PJ Walikota Palembang, Ucok Abdulrauf Damenta, dalam rapat proyek Local Service Delivery Improvement (LSDI).
Dengan kapasitas mengolah 150 ton sampah per hari dari Kecamatan Sukarami dan Alang-alang Lebar, TPST Sukawinatan akan menghasilkan kompos berkualitas tinggi serta Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai alternatif pengganti batubara. Langkah ini sejalan dengan upaya global untuk mengurangi jejak karbon dan memanfaatkan sumber daya secara berkelanjutan.
“Hasil olahan dari TPST ini telah diantisipasi untuk dibeli oleh PT Pusri, yang merupakan langkah progresif dalam mendukung industri yang lebih ramah lingkungan,” tambah Damenta.
Proyek ini juga mencatat rekor dalam pengajuan dana, dengan nilai hibah yang mencapai Rp200 miliar, yang tidak hanya akan mengembangkan TPST itu sendiri, tetapi juga infrastruktur pendukung seperti sistem angkutan sampah yang lebih efisien.
“Kami optimis bahwa dengan TPST ini, Palembang dapat menjadi contoh dalam pengelolaan sampah perkotaan yang terintegrasi dan berkelanjutan,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Palembang, Akhmad Mustain.
Pembangunan TPST Sukawinatan diharapkan selesai pada Januari 2025, menandai awal dari transformasi signifikan dalam upaya peningkatan kualitas lingkungan dan pelayanan publik di kota ini. (Riela)















