Palembang – BERITAMETRONEWS.COM
Pondok Pesantren Modern Nurul Qomar menggelar Wisuda Jam’iyyatul Qurro’walhaffazdz angkatan ke-3 untuk para hafidz dan hafidzah yang berhasil menghafal Juz 30, Juz 2, Juz 5, dan 30 Juz Al-Qur’an. Acara ini juga sekaligus memperingati haul pewakif dari pondok pesantren, KH Zaini Muhamad bin Abdul Roni dan Hj Titik Maria binti Kiagus Masfud. Acara tersebut berlangsung di halaman Ponpes Nurul Qomar, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Ilir Timur II, Kota Palembang. Selasa (11/06/2024).
Acara ini dihadiri oleh para peserta wisuda beserta orang tua mereka, serta sejumlah tamu kehormatan, termasuk perwakilan dari PJ Walikota yang diwakili oleh Kabag Kesra Ibu Rahmawati, Camat Ilir Timur II yang baru, Sekcam, Ibu Lurah, dan beberapa perkompinda.
Dalam sambutannya, Ustadz Orbit Rupawan dari Ponpes Nurul Qomar menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara wisuda ini. Ia berharap momen ini dapat menjadi motivasi bagi para santri lainnya untuk semakin giat menghafal Al-Qur’an.
“Alhamdulillah, wisuda Pondok Pesantren Nurul Qomar berjalan lancar. Ini adalah nikmat yang luar biasa bagi para penghafal Al-Qur’an. Anak-anak berhasil mencapai target dalam menghafal Al-Qur’an. Kehadiran orang tua yang turut menyaksikan momen bahagia ini juga memberikan restu yang tak ternilai bagi mereka. Semoga ini menjadi motivasi bagi santri lainnya untuk ikut menghafal Al-Qur’an,” ujarnya.
Meskipun Ponpes Nurul Qomar bukan pesantren khusus untuk menghafal Al-Qur’an, namun santri yang berhasil diwisuda menunjukkan dedikasi yang tinggi. Mereka mengikuti kegiatan formal SMP dan SMA sesuai kurikulum Diknas, namun juga mampu menghafal Al-Qur’an.
Ustadz Orbit juga berharap agar para santri yang telah menghafal Al-Qur’an terus mengembangkan hafalannya dan tidak patah semangat. Ia mencontohkan Abdi Rapli dari Kenten Laut yang berhasil menghafal 30 Juz, menunjukkan bahwa siapapun bisa mencapai prestasi tersebut.
Dengan keberhasilan acara wisuda ini, Ponpes Nurul Qomar terus berkomitmen untuk mencetak generasi penghafal Al-Qur’an yang berkualitas, meskipun berada dalam lingkungan pendidikan formal. Harapannya, semakin banyak santri yang termotivasi untuk menghafal Al-Qur’an dan menjadi contoh teladan bagi yang lain. (Riela)















