“Syukuran atas OTT KPK di Muara Enim, SIRA dan PST Potong Sapi: Koruptor Jangan Rampok Uang Rakyat”

Senin, 15 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG – BERITAMETROLIVE.COM
Organisasi masyarakat Suara Informasi Rakyat Sriwijaya (SIRA) bersama Pemerhati Situasi Terkini (PST) menggelar pemotongan seekor sapi sebagai bentuk rasa syukur atas keberhasilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mengungkap dugaan tindak pidana korupsi yang menyeret Bupati Muara Enim dalam kasus gratifikasi dan dugaan suap terhadap oknum auditor BPK RI Perwakilan Sumatera Selatan.

Kegiatan yang berlangsung di Kandang Sapi BII Barokah Farm, Jalan PDAM RT 28, sebelah Perumahan Griya Anandra, Kecamatan Gandus, Kota Palembang, Senin (15/6/2026) tersebut dihadiri pengurus dan anggota kedua organisasi. Daging sapi hasil pemotongan selanjutnya dibagikan kepada anggota organisasi serta sejumlah panti asuhan di Kota Palembang.

Direktur SIRA, Rahmat Sandi Iqbal, SH, mengatakan pemotongan sapi tersebut merupakan bentuk nazar sekaligus ungkapan syukur atas langkah penegakan hukum yang dilakukan KPK dalam memberantas praktik korupsi di daerah.

“Kami dari Suara Informasi Rakyat Sriwijaya dan pemerhati situasi terkini hari ini melaksanakan pembayaran nazar atas keberhasilan KPK dalam menetapkan Bupati Muara Enim sebagai tersangka dalam perkara gratifikasi dan dugaan suap terhadap oknum auditor BPK RI. Sebagai bentuk rasa syukur, kami memotong satu ekor sapi dan membagikannya kepada anggota serta beberapa panti asuhan di Kota Palembang,” kata Rahmat.

Menurutnya, keberhasilan KPK mengungkap perkara tersebut diharapkan menjadi peringatan keras bagi para pejabat publik agar tidak menyalahgunakan jabatan dan kewenangan yang dipercayakan rakyat.

“Kami berharap rasa syukur ini menjadi pengingat bagi siapa pun yang masih berniat melakukan korupsi agar berhenti merampok uang negara. Anggaran negara adalah amanah yang harus digunakan untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum PST, Dian HS, menyebut langkah KPK tersebut memberikan harapan bagi masyarakat yang selama ini merasa dirugikan akibat dugaan penyalahgunaan kewenangan oleh oknum pejabat.

Ia mengaku pihaknya merupakan bagian dari masyarakat yang terdampak kebakaran besar pada 2019 dan berharap mendapatkan prioritas dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Namun harapan tersebut, menurutnya, tidak terwujud sebagaimana mestinya.

“Hari ini kami melakukan pemotongan sapi sebagai bentuk sujud syukur atas keberhasilan KPK melakukan operasi tangkap tangan dan menetapkan Bupati Muara Enim sebagai tersangka. Kami termasuk masyarakat yang pernah menjadi korban kebakaran tahun 2019 dan berharap mendapatkan hak melalui program PTSL. Namun kami merasa hak tersebut tidak kami peroleh sebagaimana yang diharapkan,” kata Dian.

Dian menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk dukungan moral terhadap upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan aparat penegak hukum.

“Kami mengapresiasi langkah KPK yang telah menunjukkan komitmennya dalam memberantas korupsi tanpa pandang bulu. Kami berharap keberhasilan ini menjadi contoh bagi daerah-daerah lain agar tidak bermain-main dengan keuangan negara,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa dana publik sejatinya diperuntukkan bagi pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Koruptor harus menyadari bahwa uang rakyat adalah hak rakyat. Dana tersebut seharusnya digunakan untuk pembangunan, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat, bukan untuk memperkaya diri sendiri,” tegasnya.

Melalui kegiatan sosial tersebut, SIRA dan PST berharap semangat pemberantasan korupsi terus diperkuat serta mendapat dukungan luas dari masyarakat. Kedua organisasi menilai keberhasilan penegakan hukum terhadap kasus korupsi merupakan langkah penting dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.

Penulis : Riela

Editor : Redaksi/beritametrolive.com

Berita Terkait

Terekam CCTV, Perempuan di Palembang Ditangkap Usai Curi Perhiasan Perak Rp4,64 Juta
Polrestabes Palembang Ringkus Pemuda 23 Tahun Kurang dari Sejam Usai Nenek Kandung Tewas
Polda Sumsel Ungkap Kronologi Penemuan Bripda Rizki Ardianto di Perairan Sungai Badak
Di Tengah Derasnya Arus Informasi, JNE Perkuat Strategi Komunikasi Bersama Media
Wujud Kepedulian Sosial, Bidhumas Polda Sumsel Bagikan Nasi Uduk kepada Masyarakat
Pempek Yudi Disidak Usai Aduan Warga, Pengelolaan Limbah Jadi Perhatian
SMPN 33 Palembang Rasakan Perhatian Ratu Dewa, Lapangan Diaspal hingga MBG Bantu Siswa dari Keluarga Kurang Mampu
Polisi Tangkap SA, Terduga Pelaku Pencurian Lapak di Prabumulih

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 22:17 WIB

Terekam CCTV, Perempuan di Palembang Ditangkap Usai Curi Perhiasan Perak Rp4,64 Juta

Sabtu, 12 September 2026 - 13:42 WIB

Polrestabes Palembang Ringkus Pemuda 23 Tahun Kurang dari Sejam Usai Nenek Kandung Tewas

Sabtu, 12 September 2026 - 08:46 WIB

Polda Sumsel Ungkap Kronologi Penemuan Bripda Rizki Ardianto di Perairan Sungai Badak

Kamis, 10 September 2026 - 19:43 WIB

Di Tengah Derasnya Arus Informasi, JNE Perkuat Strategi Komunikasi Bersama Media

Kamis, 10 September 2026 - 19:22 WIB

Wujud Kepedulian Sosial, Bidhumas Polda Sumsel Bagikan Nasi Uduk kepada Masyarakat

Berita Terbaru