SIRA–PST Laporkan Dugaan Masalah Migas Suban Jeriji ke SKK Migas Sumbagsel

Selasa, 28 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang – BERITAMETROLIVE.COM
Aliansi Masyarakat Pecinta Suban Jeriji bersama Suara Informasi Rakyat Sriwijaya (SIRA) dan Pemerhati Situasi Terkini (PST) mendatangi kantor SKK Migas Perwakilan Sumbagsel, Selasa (28/4/2026). Mereka menyampaikan pernyataan sikap terkait dugaan persoalan pengelolaan wilayah kerja migas Suban Jeriji di Kabupaten Muara Enim.

Dalam pernyataan tersebut, aliansi menilai wilayah Suban Jeriji yang berada dalam kerangka KSO Gunung Kampung Minyak belum menunjukkan aktivitas produksi signifikan. Bahkan, kawasan itu disebut sebagai “lahan mati” karena tidak memberi kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah.

Direktur SIRA sekaligus Koordinator Aksi, Rahmat Sandi Iqbal, menegaskan bahwa kondisi ini tidak boleh terus dibiarkan tanpa evaluasi menyeluruh.

“Selama bertahun-tahun terkesan ada pembiaran. Ketika masyarakat ingin mengelola secara mandiri, justru muncul aktivitas yang diduga tidak sesuai standar dan berpotensi membahayakan,” ujar Rahmat.

Ia juga menyoroti dugaan penggunaan peralatan yang tidak memenuhi standar keselamatan, sehingga berisiko menimbulkan kecelakaan kerja hingga kebakaran.

Senada, Koordinator Lapangan, Dian HS, menyampaikan bahwa kondisi di lapangan menimbulkan kekhawatiran serius di tengah masyarakat.

READ  Jalan Santai dan Senam Meriahkan HUT Bhayangkara Ke - 78 Polres Banyuasin

“Kami melihat langsung potensi bahaya di lapangan. Ini bukan hanya soal produksi migas, tapi menyangkut keselamatan warga sekitar. Jangan sampai ada korban baru kemudian semua pihak bergerak,” tegasnya.

Aliansi mendesak pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, SKK Migas, serta Pertamina untuk segera mengevaluasi kontrak KSO di Suban Jeriji.

Mereka menegaskan bahwa sesuai amanat Undang-Undang Migas No. 22 Tahun 2001, aspek keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan harus menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan usaha hulu migas.

Dalam pernyataan sikapnya, aliansi menyampaikan tiga tuntutan utama:

Mendesak evaluasi dan penghentian kontrak KSO jika terbukti gagal beroperasi dan melanggar standar keselamatan.

Meminta pelibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan sumur migas.

Mendorong pemberian izin resmi kepada masyarakat untuk mengelola sumur terbengkalai secara legal dan aman.

Aliansi juga menilai mandeknya produksi di wilayah tersebut berpotensi mengurangi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Muara Enim.

Rahmat menambahkan, optimalisasi sumur-sumur migas yang terbengkalai dapat menjadi bagian dari solusi ketahanan energi nasional, asalkan dikelola secara profesional dan melibatkan masyarakat.

READ  Indonesia Clothing Preneur 2024: Meningkatkan Talenta Lokal untuk Kemandirian Usaha di Palembang

“Kalau dikelola dengan benar dan sesuai aturan, ini bisa menjadi kontribusi nyata bagi kemandirian energi nasional, bukan justru menjadi ancaman bagi keselamatan masyarakat,” pungkasnya.

Aksi damai ini menjadi bentuk tekanan publik agar pengelolaan sumber daya alam tidak hanya berorientasi pada formalitas kontrak, tetapi juga pada keselamatan, transparansi, dan manfaat bagi masyarakat luas.Aliansi Masyarakat Desak Evaluasi KSO Suban Jeriji, Soroti Risiko Keselamatan dan Mandeknya Produksi Migas

Penulis : Rill/riela

Editor : Redaksi/beritametrolive.com

Berita Terkait

SWM Group Buka Suara soal Dugaan Impor Ilegal, Direktur Tegaskan Tiga Perusahaan Hanya Bergerak di Bidang Jasa Maritim
Polda Sumsel Tingkatkan Penegakan Hukum Karhutla, 43 Laporan Perkara Perorangan Ditangani
Kabid Humas Polda Sumsel Hadiri Pelantikan Pengurus SMSI Sumsel di Palembang
SDA Watch Gelar FGD Karhutla OKI: Bukan Sekadar Kritik, Dorong Policy Brief Agar Asap Tak Berulang
JNE Palembang Dukung POLSRI Sport Fest Vol. 3 2026 sebagai Official Logistics Partner, Sejalan dengan Semangat “Melesat Hebat”
Wujudkan SDM Unggul dan Presisi, Wakapolda Sumsel Pimpin Sidang Kelulusan PAG dan SBP Panda 2026
PULUHAN JUTA ROKOK ILEGAL DIMUSNAHKAN, BEA CUKAI SUMBAGTIM SELAMATKAN POTENSI KERUGIAN NEGARA Rp 20,56 MILYAR
Bea Cukai Sumbagtim Musnahkan 22,4 Juta Batang Rokok Ilegal, Nilai Barang Capai Rp40,33 Miliar

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:40 WIB

SWM Group Buka Suara soal Dugaan Impor Ilegal, Direktur Tegaskan Tiga Perusahaan Hanya Bergerak di Bidang Jasa Maritim

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Polda Sumsel Tingkatkan Penegakan Hukum Karhutla, 43 Laporan Perkara Perorangan Ditangani

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:43 WIB

Kabid Humas Polda Sumsel Hadiri Pelantikan Pengurus SMSI Sumsel di Palembang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:53 WIB

SDA Watch Gelar FGD Karhutla OKI: Bukan Sekadar Kritik, Dorong Policy Brief Agar Asap Tak Berulang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:59 WIB

JNE Palembang Dukung POLSRI Sport Fest Vol. 3 2026 sebagai Official Logistics Partner, Sejalan dengan Semangat “Melesat Hebat”

Berita Terbaru