PALEMBANG — Pengurus Provinsi Pengurus Besar Tinju Indonesia (PERBATI) Sumatera Selatan resmi dilantik sekaligus menggelar kejuaraan tinju amatir di Aula SMK Negeri 2 Palembang, Sabtu (10/10/2026). Kejuaraan ini menjadi momentum pengembangan tinju prestasi dengan melibatkan sekitar 250 atlet dari delapan provinsi dan 18 kabupaten/kota.
Ketua PERBATI Sumsel, Fajar Febriansyah, mengatakan pelantikan dan kejuaraan tersebut menjadi langkah penting untuk membangkitkan kembali prestasi olahraga tinju di Sumatera Selatan.
Menurut Fajar, tingginya partisipasi atlet menunjukkan bahwa antusiasme terhadap olahraga tinju masih kuat. Peserta tidak hanya berasal dari Sumatera Selatan, tetapi juga dari Lampung, Bengkulu, Jambi, Banten, Maluku, dan sejumlah daerah lainnya.
“Antusiasmenya luar biasa. Peserta datang dari berbagai daerah. Ini menunjukkan semangat olahraga tinju tetap hidup, meskipun kita menghadapi berbagai tantangan, termasuk cuaca ekstrem dan karhutla,” ujar Fajar.
Sementara itu, Ketua Harian PERBATI Sumsel sekaligus Ketua Pelaksana, Ihsan Pajaya, menjelaskan bahwa kejuaraan tersebut mempertandingkan sekitar 100 partai selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu.
Ia menegaskan, penyelenggaraan kejuaraan ini tidak sekadar menghadirkan pertandingan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan dan penjaringan atlet potensial yang dipersiapkan untuk menghadapi kompetisi tingkat nasional maupun internasional.
“Ini kejuaraan amatir pertama yang kami selenggarakan dengan orientasi prestasi. Sebelumnya, saya sudah sekitar 20 kali menggelar kegiatan tinju di Palembang yang lebih berorientasi pada hiburan. Kali ini, fokus kami adalah mencetak atlet berprestasi untuk masa depan tinju Indonesia,” jelas Ihsan.
Kontingen Lampung menjadi salah satu peserta dengan jumlah atlet terbanyak, yakni sekitar 50 orang, disusul Bengkulu sebanyak 15 atlet dan Maluku 10 atlet. Sementara itu, tuan rumah Palembang mengirimkan lebih dari 100 atlet yang terbagi dalam 10 tim, di antaranya Pepati Palembang, Pepati Sumsel, dan Banyuasin.
Kejuaraan ini mempertandingkan sejumlah kategori usia, mulai dari U-16, U-19, hingga kelas elite usia 20–45 tahun, termasuk kelas profesional sebagaimana disampaikan panitia. Peserta dapat bertanding mewakili provinsi, klub, maupun tim.
Untuk menjaga kualitas pertandingan dan menjunjung prinsip fair play, panitia melibatkan 15 juri berlisensi World Boxing yang berasal dari Jakarta, Lampung, dan Palembang.
Fajar menjelaskan, PERBATI didirikan pada Mei 2025 sebagai bagian dari upaya membangun organisasi tinju yang berorientasi pada standar internasional. Ia berharap kejuaraan berjenjang dapat menjadi fondasi bagi pembinaan atlet sekaligus memperkuat posisi Sumatera Selatan sebagai salah satu daerah pengembangan olahraga prestasi di Indonesia.
“Target kami adalah mengembalikan Sumatera Selatan sebagai provinsi olahraga. Caranya melalui kompetisi yang berjenjang dan berkelanjutan. PERBATI harus menjadi wadah yang inklusif dan mampu memasyarakatkan olahraga tinju,” tegasnya.
Ia juga berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan serta pemerintah kabupaten dan kota memberikan dukungan terhadap pembinaan atlet, penyelenggaraan kompetisi, dan pengembangan sarana olahraga tinju.
Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya penonton yang memadati lokasi pertandingan. Atlet dari berbagai kelompok usia turut ambil bagian, menunjukkan potensi pembinaan tinju yang dapat dikembangkan sejak usia dini hingga dewasa.
Para juara pertama, kedua, dan ketiga mendapatkan uang pembinaan, medali, serta sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas prestasi mereka.
Melalui kejuaraan ini, PERBATI Sumsel diharapkan mampu memperluas pembinaan atlet, meningkatkan kualitas kompetisi, dan membuka jalan bagi petinju daerah untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Penulis : Sandy
Editor : Redaksi/beritametrolive.com
Sumber Berita: Wawancara
















