OJK dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Sumsel Lepas Ekspor Perdana Kelapa dari Palembang, Dorong Pengusaha Muda Tembus Pasar Global

Selasa, 28 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang – BERITAMETROLIVE.COM
Akselerasi pengusaha muda menuju pasar internasional kian nyata. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Selatan bersama Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumatera Selatan melepas ekspor perdana produk turunan kelapa dari Pelabuhan Boom Baru, Selasa (28/4/2026).

Langkah ini menjadi tonggak penting dalam mendorong transformasi pelaku usaha daerah agar mampu bersaing di pasar global, melalui penguatan inklusi keuangan, sinergi industri jasa keuangan, serta dukungan lintas sektor termasuk karantina dan logistik ekspor.

Ketua BPD HIPMI Sumatera Selatan, Muhammad Puri Andamas, menegaskan ekspor perdana ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang membangun ekosistem kewirausahaan berbasis ekspor di daerah.

“Ini bukan sekadar pelepasan ekspor, tetapi awal dari gerakan besar. Kami ingin pengusaha muda Sumsel berani mengambil peluang di pasar internasional dengan produk yang kompetitif,” ujarnya.

Menurutnya, komoditas turunan kelapa memiliki nilai tambah tinggi dan permintaan yang terus tumbuh di pasar global. Karena itu, HIPMI Sumsel terus mendorong pengusaha muda melalui program inkubasi bisnis, pendampingan, serta akses pembiayaan.

READ  Patroli Malam Pangdam II/Swj, Cek TPS dan Pasukan Pengamanan

Dorongan ekspor ini juga selaras dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang menekankan pentingnya perluasan pasar. Ketergantungan pada pasar domestik dinilai perlu diimbangi dengan penetrasi pasar ekspor.

“Potensi Sumatera Selatan sangat besar. Tantangannya adalah bagaimana kita mampu mengelola, meningkatkan kualitas, dan menembus pasar global secara berkelanjutan,” katanya.

Ke depan, HIPMI Sumsel menargetkan kegiatan ekspor dilakukan secara rutin setiap bulan sebagai upaya membangun budaya ekspor di kalangan pelaku usaha muda.

Selain itu, penguatan sektor hulu hingga hilir menjadi fokus utama, mulai dari peningkatan kualitas produksi, pembangunan fasilitas pengolahan, hingga penguatan jaringan pemasaran internasional.

“Kami sedang menjajaki pembangunan fasilitas pendukung di daerah serta berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan provinsi. Semua harus terintegrasi agar produk kita memiliki daya saing tinggi,” jelas Puri.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah terhadap petani kelapa sebagai bagian dari rantai pasok. Program peremajaan bibit, peningkatan produktivitas, serta pembinaan berkelanjutan dinilai krusial untuk menjaga kualitas ekspor.

“Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pusat menjadi kunci. Ini momentum untuk menjadikan kelapa sebagai komoditas unggulan ekspor Sumsel,” pungkasnya.

READ  Diduga Aktivitas BBM Ilegal Kembali Muncul di Kertapati, Nama “Iyan” Disebut-sebut Warga

Inisiatif kolaboratif antara OJK dan HIPMI ini diharapkan menjadi model nasional dalam mendorong pengusaha muda berbasis daerah naik kelas ke pasar global, sekaligus memperkuat daya saing ekspor Indonesia di tengah dinamika perdagangan internasional.

Penulis : Riela

Editor : Redaksi/beritametrolive.com

Berita Terkait

Polda Sumsel Musnahkan 36,4 Kg Sabu, 87 Tersangka Terungkap dari 182 Lokasi Penindakan
SWM Group Buka Suara soal Dugaan Impor Ilegal, Direktur Tegaskan Tiga Perusahaan Hanya Bergerak di Bidang Jasa Maritim
Polda Sumsel Tingkatkan Penegakan Hukum Karhutla, 43 Laporan Perkara Perorangan Ditangani
Kabid Humas Polda Sumsel Hadiri Pelantikan Pengurus SMSI Sumsel di Palembang
SDA Watch Gelar FGD Karhutla OKI: Bukan Sekadar Kritik, Dorong Policy Brief Agar Asap Tak Berulang
JNE Palembang Dukung POLSRI Sport Fest Vol. 3 2026 sebagai Official Logistics Partner, Sejalan dengan Semangat “Melesat Hebat”
Wujudkan SDM Unggul dan Presisi, Wakapolda Sumsel Pimpin Sidang Kelulusan PAG dan SBP Panda 2026
PULUHAN JUTA ROKOK ILEGAL DIMUSNAHKAN, BEA CUKAI SUMBAGTIM SELAMATKAN POTENSI KERUGIAN NEGARA Rp 20,56 MILYAR

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Polda Sumsel Musnahkan 36,4 Kg Sabu, 87 Tersangka Terungkap dari 182 Lokasi Penindakan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:40 WIB

SWM Group Buka Suara soal Dugaan Impor Ilegal, Direktur Tegaskan Tiga Perusahaan Hanya Bergerak di Bidang Jasa Maritim

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Polda Sumsel Tingkatkan Penegakan Hukum Karhutla, 43 Laporan Perkara Perorangan Ditangani

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:43 WIB

Kabid Humas Polda Sumsel Hadiri Pelantikan Pengurus SMSI Sumsel di Palembang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:53 WIB

SDA Watch Gelar FGD Karhutla OKI: Bukan Sekadar Kritik, Dorong Policy Brief Agar Asap Tak Berulang

Berita Terbaru