Palembang – BERITAMETRONEWS.COM
Kegiatan reses anggota DPRD Kota Palembang dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1 yang dilaksanakan di SMP Negeri 17 Palembang, Jumat (9/5), menjadi momentum penting bagi pihak sekolah untuk menyampaikan sejumlah aspirasi mendesak, khususnya terkait kondisi infrastruktur dan kesejahteraan tenaga pendidik.
Plt Kepala SMP Negeri 17 Palembang, Ivan Yulietmi, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa sebagian besar bangunan sekolah yang telah berdiri sejak 1983 tersebut saat ini sudah tidak lagi layak digunakan. Ia mengharapkan kunjungan para legislator kota dapat membuka jalan bagi realisasi rehabilitasi menyeluruh gedung sekolah.
“Kami mengajukan rehabilitasi untuk 18 ruang kelas. Bahkan besar harapan kami agar seluruh bangunan dapat direnovasi menjadi bertingkat, mengingat keterbatasan lahan yang tidak memungkinkan dilakukan perluasan secara horizontal,” ujar Ivan di hadapan para anggota dewan.
Menurut Ivan, kebutuhan penambahan ruang belajar juga sangat mendesak seiring dengan tingginya animo masyarakat terhadap sekolah tersebut. SMP Negeri 17 dikenal sebagai salah satu sekolah unggulan di Palembang dan setiap tahun selalu mengalami lonjakan jumlah pendaftar melebihi kapasitas yang tersedia.
“Tahun ini kami hanya mampu menerima 9 rombongan belajar dengan total 340 siswa. Padahal, jumlah pendaftar selalu meningkat dari tahun ke tahun, sehingga daya tampung yang terbatas menjadi kendala serius dalam pelayanan pendidikan,” tambahnya.
Selain persoalan infrastruktur, Ivan turut menyinggung permasalahan sumber daya manusia (SDM), khususnya status kepegawaian para guru. Ia menyatakan bahwa mayoritas tenaga pengajar di SMP Negeri 17 saat ini masih berstatus sebagai guru honorer. Untuk itu, pihak sekolah sangat mengharapkan dukungan DPRD dalam memperjuangkan alokasi formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) bagi para guru tersebut.
“Hampir seluruh tenaga pendidik di sini adalah guru honorer. Kami memohon perhatian serius dari DPRD agar mereka dapat diangkat menjadi ASN melalui jalur P3K,” kata Ivan.
Sementara itu, terkait pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2025, Ivan menjelaskan bahwa pendaftaran akan dibuka mulai 19 Mei melalui jalur afirmasi, disusul jalur prestasi, domisili, dan mutasi pada bulan Juni.
“Berdasarkan data tahun lalu, rasio pendaftar dengan jumlah siswa yang diterima mencapai 3:1. Ini menunjukkan betapa tingginya minat masyarakat terhadap SMP Negeri 17, sekaligus menjadi tantangan bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan,” pungkasnya.
Kunjungan anggota DPRD Kota Palembang dalam masa reses ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi dapat menghasilkan tindak lanjut konkret, khususnya dalam menjawab kebutuhan dasar sekolah negeri yang kerap menghadapi persoalan klasik seperti keterbatasan ruang belajar dan ketidakjelasan status tenaga pendidik.
















