Palembang – BERITAMETRONEWS.COM
Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru, S.H., M.M, kembali menjadi Inspektur Upacara (Irup) pada peringatan detik-detik Proklamasi HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu (17/8/2025), di halaman Griya Agung Palembang. Momen ini menjadi yang ke-16 kalinya bagi Herman Deru memimpin upacara HUT RI secara berturut-turut.
Berdasarkan catatan, Herman Deru pernah 10 kali menjadi Irup peringatan HUT RI saat menjabat Bupati OKU Timur pada periode 2005–2015. Selanjutnya, ia lima kali bertugas sebagai Irup di masa jabatan Gubernur Sumsel periode 2018–2023, dan kini kembali pada tahun pertama periode keduanya sebagai Gubernur Sumsel (2025–2030).
Upacara peringatan detik-detik Proklamasi HUT ke-80 Kemerdekaan RI tahun ini, berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran Forkopimda, pejabat Pemprov Sumsel, serta tokoh masyarakat. Prosesi dimulai dengan pengibaran Sang Saka Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Sumsel. Ribuan tamu undangan tampak menundukkan kepala sebagai tanda hormat.
Ketua DPRD Provinsi Sumsel, Andie Dinialdie, SE, MM, mendapat kehormatan membacakan teks Undang-Undang Dasar 1945. Suasana hening menyelimuti upacara saat pasal-pasal dasar negara tersebut dikumandangkan.
Komandan upacara dipercayakan kepada AKBP Irfan Abdul Gofar, S.IK, alumni Akademi Kepolisian 2013 yang kini menjabat Danyon A Pelopor Satbrimob Polda Sumsel. Dengan gagah dan tegas, ia memimpin jalannya upacara.
Petugas pembawa bendera adalah Fanesa Tri Margareta, siswi asal Muara Enim kelahiran 19 Maret 2009. Dengan penuh percaya diri, ia melangkah pasti membawa Merah Putih menuju tiang utama.
Pasukan pengibar bendera terdiri atas Muhammad Farhan Athaya dari Musi Banyuasin, Muhammad Rafil Naufal dari OKU, dan Muhammad Fadil Dewantara dari OKU Timur. Mereka berhasil menunaikan tugas dengan gerakan yang kompak dan penuh kehormatan.
Komandan Paskibraka, Letda Adm Inisenius Karel Yoga Purwanto, alumni Akademi Angkatan Udara 2024, tampil sigap memimpin pasukan. Saat ini ia menjabat PS Kasubsiminpers Dispers Lanud Sri Mulyono Herlambang.
Usai prosesi, Gubernur Herman Deru menyampaikan apresiasinya. Ia menilai peringatan kali ini sangat istimewa karena seluruh istri Forkopimda dan kepala OPD mengenakan pakaian adat khas Sumsel.
“Mereka semua memakai baju adat asli Sumsel. Ini bukan sekadar seremonial, tetapi upaya membentengi dan menjaga budaya kita agar tetap lestari,” ujarnya.
Menurut Deru, di usia kemerdekaan ke-80, bangsa Indonesia harus tetap berjuang dengan semangat baru. “Jika dulu perjuangan dengan senjata, sekarang perjuangan kita adalah berkarya, berinovasi, dan menjaga jati diri bangsa,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa HUT RI tidak boleh hanya dimaknai sebatas kemeriahan atau seremoni. Momentum ini harus menjadi pemacu masyarakat Sumsel untuk lebih bersemangat membangun daerah dan bangsa.
Selepas upacara, Gubernur bersama Wakil Gubernur H. Cik Ujang, Forkopimda, dan pejabat lainnya mengikuti siaran virtual upacara detik-detik Proklamasi dari Istana Negara melalui layar besar di Joglo Griya Agung.
Hadir pula sejumlah pejabat penting seperti anggota DPD RI dr. Ratu Tenny Leriva Herman Deru, Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, Kapolda Sumsel Irjen Pol Andi Rian Ryacudu Djajadi, serta Kajati Sumsel Dr. Yulianto.
Ketua TP PKK Sumsel, Hj. Feby Deru, juga menarik perhatian dengan busana adat Tandang khas Musi Banyuasin yang dilengkapi tudung kepala. Busana tersebut melambangkan keanggunan sekaligus kekuatan perempuan Muba.
Selain Feby, seluruh kepala OPD perempuan dan istri pejabat tampil memukau dengan aneka pakaian adat khas Sumsel. Warna-warni busana itu menjadi bukti bahwa kekayaan budaya daerah masih dijunjung tinggi.
Upacara HUT RI ke-80 di Griya Agung tak hanya menjadi simbol nasionalisme, tetapi juga panggung kebanggaan budaya yang diwariskan turun-temurun.















