Disdik Sumsel Resmi Terapkan Kurikulum Muatan Lokal Keberagaman Pangan di 34 Sekolah

Senin, 27 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang – BeritaMetroNews.com |
Langkah besar diambil Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan dalam dunia pendidikan. Melalui kerja sama dengan E-KRAP Indonesia, Disdik Sumsel resmi meluncurkan Kurikulum Muatan Lokal (Mulok) Keberagaman Pangan yang selaras dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto dan program unggulan Gubernur Sumsel tentang Gerakan Sumsel Mandiri Pangan.

Peluncuran dan sosialisasi program tersebut berlangsung di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Senin (27/10/2025), dan dihadiri para kepala sekolah, pengawas, serta perwakilan dari E-KRAP Indonesia.

Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum SMK Lis Farida, ST., M.Pd menjelaskan bahwa kurikulum baru ini merupakan hasil inisiasi sejak tahun 2024, dan kini telah diimplementasikan di 34 sekolah piloting project, yang terdiri dari 17 SMA dan 17 SMK se-Sumatera Selatan.

“Kurikulum muatan lokal ini selaras dengan visi misi Presiden Prabowo tentang ketahanan pangan, dan juga mendukung program Gubernur Sumsel melalui gerakan Sumsel mandiri pangan,” ujar Lis Farida kepada awak media.

Menurutnya, kurikulum tersebut telah dikembangkan secara komprehensif oleh tim pengembang kurikulum yang melibatkan unsur Dinas Pendidikan, pengawas SMA dan SMK, serta perwakilan sekolah-sekolah pelopor.

READ  Pj Gubernur Agus Fatoni Bersinergi dengan BKKBN Sumsel Kejar Taget Turunkan Angka Stunting

“Kami sudah menyusun dokumen kurikulum lengkap mulai dari elemen pembelajaran, alur tujuan pembelajaran, tujuan pembelajaran, hingga modul ajar. Artinya, sekolah-sekolah kini sudah bisa langsung menerapkan kurikulum ini di kelas,” jelasnya.

Lis menjelaskan, dalam struktur kurikulum yang baru, Muatan Lokal Keberagaman Pangan diberikan selama 2 jam pelajaran per minggu. Materi pembelajaran diarahkan agar siswa tidak hanya mengenal potensi pangan lokal, tetapi juga termotivasi menjadi wirausaha muda.

“Kurikulum ini mengajak sekolah memanfaatkan lahan yang ada untuk menumbuhkan kreativitas siswa. Dari situ, muncul potensi kewirausahaan yang bisa dikembangkan, sehingga kelak lahir wirausaha muda yang berakar dari sekolah,” terangnya.

Ia menambahkan, penerapan kurikulum ini juga menyesuaikan dengan karakteristik masing-masing satuan pendidikan. Ada sekolah yang memilih mulok berbasis bahasa daerah, adat istiadat, atau kearifan lokal lainnya, namun keberagaman pangan menjadi opsi strategis karena mendukung langsung program ketahanan pangan nasional dan daerah.

Disdik Sumsel bersama E-KRAP Indonesia juga gencar melakukan sosialisasi dan bimbingan teknis (bimtek) kepada kepala sekolah serta guru pelopor di 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan.

READ  GAWAT! Kembali Datangi Kantor Gubernur, P2KP tuntut Pj. Gubernur Batalkan Penunjukan Plh Kadisdik Provinsi Sumsel

“Kegiatan sosialisasi sudah kami lakukan ke berbagai SMA dan SMK di seluruh Sumsel. E-KRAP juga mendukung penuh dengan bimtek agar implementasi kurikulum ini bisa berjalan maksimal,” kata Lis Farida.

Harapannya, seluruh satuan pendidikan dapat segera mengadopsi Kurikulum Muatan Lokal Keberagaman Pangan dan menjadikannya bagian dari proses pembelajaran yang produktif dan berdaya guna.

Program ini bukan sekadar inovasi kurikulum, tetapi juga gerakan besar untuk mencetak generasi muda mandiri dan cinta produk lokal.

“Kurikulum muatan lokal keberagaman pangan ini nanti juga bermuara pada penciptaan wirausaha muda di kalangan pelajar. Kita ingin siswa tidak hanya belajar teori, tapi juga bisa mengembangkan potensi lokal menjadi peluang ekonomi,” pungkas Lis.

Dengan terobosan ini, Dinas Pendidikan Sumatera Selatan optimistis dunia pendidikan di Bumi Sriwijaya akan menjadi motor penggerak kemandirian pangan dan ekonomi lokal di masa depan.

Berita Terkait

Polda Sumsel Tingkatkan Penegakan Hukum Karhutla, 43 Laporan Perkara Perorangan Ditangani
Kabid Humas Polda Sumsel Hadiri Pelantikan Pengurus SMSI Sumsel di Palembang
SDA Watch Gelar FGD Karhutla OKI: Bukan Sekadar Kritik, Dorong Policy Brief Agar Asap Tak Berulang
JNE Palembang Dukung POLSRI Sport Fest Vol. 3 2026 sebagai Official Logistics Partner, Sejalan dengan Semangat “Melesat Hebat”
Wujudkan SDM Unggul dan Presisi, Wakapolda Sumsel Pimpin Sidang Kelulusan PAG dan SBP Panda 2026
PULUHAN JUTA ROKOK ILEGAL DIMUSNAHKAN, BEA CUKAI SUMBAGTIM SELAMATKAN POTENSI KERUGIAN NEGARA Rp 20,56 MILYAR
Bea Cukai Sumbagtim Musnahkan 22,4 Juta Batang Rokok Ilegal, Nilai Barang Capai Rp40,33 Miliar
Sumpah Pemuda Ke – 98 : Firdaus Hasbullah Serukan Pemuda PALI Bangkit Jadi Motor Perubahan Untuk Indonesia Emas

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Polda Sumsel Tingkatkan Penegakan Hukum Karhutla, 43 Laporan Perkara Perorangan Ditangani

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:43 WIB

Kabid Humas Polda Sumsel Hadiri Pelantikan Pengurus SMSI Sumsel di Palembang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:53 WIB

SDA Watch Gelar FGD Karhutla OKI: Bukan Sekadar Kritik, Dorong Policy Brief Agar Asap Tak Berulang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:59 WIB

JNE Palembang Dukung POLSRI Sport Fest Vol. 3 2026 sebagai Official Logistics Partner, Sejalan dengan Semangat “Melesat Hebat”

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:53 WIB

Wujudkan SDM Unggul dan Presisi, Wakapolda Sumsel Pimpin Sidang Kelulusan PAG dan SBP Panda 2026

Berita Terbaru