SIRA dan PST Kawal Dugaan Penyimpangan DAK OKI hingga Tingkat Nasional

Selasa, 24 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — BERITAMETROLIVE. COM
Aliansi masyarakat yang tergabung dalam Suara Informasi Rakyat Sriwijaya (SIRA) bersama Pemerhati Situasi Terkini (PST) menggelar aksi damai di halaman kantor Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Selasa (24/2/2026). Aksi tersebut dilakukan untuk mendesak penegak hukum mengusut dugaan tindak pidana korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) terkait pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2023 di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

Koordinator aksi Rahmat Sandi Iqbal, SH, menyampaikan bahwa demonstrasi tersebut merupakan tindak lanjut dari aksi sebelumnya yang telah digelar di Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan pada pekan lalu. Mereka menilai langkah lanjutan ke tingkat pusat menjadi bentuk keseriusan masyarakat dalam mendorong transparansi serta penegakan hukum terhadap dugaan penyimpangan anggaran pendidikan.

Menurutnya, dana DAK Tahun Anggaran 2023 yang mencapai Rp45.410.791.000 diperuntukkan bagi pembangunan dan rehabilitasi fasilitas pendidikan tingkat TK, SD dan SMP negeri maupun swasta di Kabupaten Ogan Komering Ilir.

“Program tersebut meliputi pembangunan ruang kelas baru, ruang UKS, perpustakaan, ruang guru, laboratorium, rehabilitasi ruang belajar, pembangunan toilet hingga area bermain. Selain itu juga terdapat pengadaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK),” ujar Rahmat dalam pernyataan sikapnya.

READ  Koalisi Aktivis Sumsel Desak Gubernur Tampung Siswa Gagal SPMB di Sekolah Negeri

Namun demikian, pihaknya menduga terdapat sejumlah ketidaksesuaian dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi maupun pengadaan di lapangan yang berpotensi menimbulkan praktik mark up dan penyimpangan anggaran negara.

Aliansi SIRA dan PST menyatakan mendukung langkah aparat penegak hukum dalam pemberantasan tindak pidana korupsi, khususnya di wilayah Sumatera Selatan. Mereka meminta Kejaksaan Agung melalui jajarannya melakukan telaah mendalam serta penyelidikan terhadap indikasi KKN pada kegiatan tersebut.

Dalam tuntutannya, massa aksi juga mendesak agar sejumlah pihak yang memiliki kewenangan dalam pelaksanaan kegiatan segera dipanggil untuk dimintai keterangan, termasuk Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKI selaku pengguna anggaran, kuasa pengguna anggaran, pejabat pelaksana kegiatan serta pihak lain yang dinilai terkait.

Selain pemeriksaan terhadap pejabat terkait, mereka meminta aparat penegak hukum menelusuri dokumen realisasi kegiatan guna memastikan penggunaan anggaran berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Aksi ini merupakan bagian dari kontrol sosial masyarakat. Kami akan terus mengawal persoalan ini sampai tuntas,” tegas Rahmat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kejaksaan Agung maupun Dinas Pendidikan Kabupaten OKI terkait tuntutan yang disampaikan massa aksi tersebut.

READ  Resmi Dilantik Menjadi Salah Satu Tim Relawan Pemenangan Prabowo Gibran

Penulis : Rill/riela

Editor : Redaksi/beritametrolive.com

Berita Terkait

SWM Group Buka Suara soal Dugaan Impor Ilegal, Direktur Tegaskan Tiga Perusahaan Hanya Bergerak di Bidang Jasa Maritim
Polda Sumsel Tingkatkan Penegakan Hukum Karhutla, 43 Laporan Perkara Perorangan Ditangani
Kabid Humas Polda Sumsel Hadiri Pelantikan Pengurus SMSI Sumsel di Palembang
SDA Watch Gelar FGD Karhutla OKI: Bukan Sekadar Kritik, Dorong Policy Brief Agar Asap Tak Berulang
JNE Palembang Dukung POLSRI Sport Fest Vol. 3 2026 sebagai Official Logistics Partner, Sejalan dengan Semangat “Melesat Hebat”
Wujudkan SDM Unggul dan Presisi, Wakapolda Sumsel Pimpin Sidang Kelulusan PAG dan SBP Panda 2026
PULUHAN JUTA ROKOK ILEGAL DIMUSNAHKAN, BEA CUKAI SUMBAGTIM SELAMATKAN POTENSI KERUGIAN NEGARA Rp 20,56 MILYAR
Sumpah Pemuda Ke – 98 : Firdaus Hasbullah Serukan Pemuda PALI Bangkit Jadi Motor Perubahan Untuk Indonesia Emas

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:40 WIB

SWM Group Buka Suara soal Dugaan Impor Ilegal, Direktur Tegaskan Tiga Perusahaan Hanya Bergerak di Bidang Jasa Maritim

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Polda Sumsel Tingkatkan Penegakan Hukum Karhutla, 43 Laporan Perkara Perorangan Ditangani

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:43 WIB

Kabid Humas Polda Sumsel Hadiri Pelantikan Pengurus SMSI Sumsel di Palembang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:53 WIB

SDA Watch Gelar FGD Karhutla OKI: Bukan Sekadar Kritik, Dorong Policy Brief Agar Asap Tak Berulang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:59 WIB

JNE Palembang Dukung POLSRI Sport Fest Vol. 3 2026 sebagai Official Logistics Partner, Sejalan dengan Semangat “Melesat Hebat”

Berita Terbaru