Dekan Fakultas Teknik Unsri Berangkatkan 50 Mahasiswa BEM FT Laksanakan Program Mahasiswa Berdampak ke Aceh Tamiang

Sabtu, 31 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG — BERITAMETROLIVE.com
Universitas Sriwijaya (Unsri) kembali menegaskan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui pelepasan mahasiswa peserta Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatera Tahun 2026. Pelepasan dilakukan secara resmi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik Unsri di Gedung I Fakultas Teknik Unsri Kampus Palembang, Sabtu (31/1/2026).

Sebanyak 50 mahasiswa yang didampingi tiga dosen pembimbing diberangkatkan menuju Desa Menanggini, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, sebagai lokasi pelaksanaan pengabdian masyarakat pascabencana.

Program ini mengusung pendekatan rekonstruksi berbasis teknologi, energi terbarukan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, dengan judul:

“Pemulihan Masyarakat Pascabencana Desa Menanggini melalui Pemetaan Irigasi dan Survei Air Tanah, Penerapan Pompa Air dan Aquaponik Bertenaga Surya, serta Pembuatan Pelet dari Limbah Biomassa Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan sebagai Bahan Bakar Alternatif.”

Program Mahasiswa Berdampak merupakan skema nasional di bawah Direktorat BIMA, yang pada tahun 2026 menerima 609 proposal dari seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, hanya 203 proposal yang dinyatakan lolos pendanaan, melibatkan 82 perguruan tinggi dan 10.090 mahasiswa yang tersebar di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

READ  Polda Sumsel Ikuti Launching Program Pekarangan Pangan Lestari dan Laksanakan Kegiatan Ketahanan Pangan

Universitas Sriwijaya mengajukan tujuh proposal, dengan dua proposal dinyatakan lolos pendanaan nasional, masing-masing berasal dari BEM Unsri dan BEM Fakultas Teknik Unsri.

Lima Program Strategis di Lokasi Bencana

Di Desa Menanggini, tim mahasiswa akan menjalankan lima program utama, yakni:

Pemetaan irigasi dan survei air tanah untuk mendukung pemulihan sistem pertanian

Penerapan pompa air tenaga surya (Water Solar Pump) sebagai solusi air berkelanjutan

Pengembangan sistem aquaponik untuk ketahanan pangan masyarakat
Produksi pelet kayu (wood pellet) dari limbah biomassa pertanian, kehutanan, dan perkebunan sebagai bahan bakar alternatif

Kegiatan sosial dan penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak bencana

Unsri Tekankan Tanggung Jawab dan Keselamatan

Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Penjaminan Mutu Fakultas Teknik Unsri, Ir. Irsyadi Yani, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM, menegaskan bahwa Program Mahasiswa Berdampak merupakan ajang nasional yang sangat kompetitif dan menuntut kesiapan penuh mahasiswa.

“Mahasiswa akan berhadapan langsung dengan persoalan riil masyarakat pascabencana, mulai dari keterbatasan air bersih hingga pengelolaan limbah. Tim pendukung di Palembang akan terus memantau dan mendampingi kegiatan di lapangan,” ujarnya.

READ  Mantan Kasubbid Penmas AKBP Yenni Diarty SIK Jabat Kasat Lantas Polrestabes Palembang

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nama baik institusi dan keselamatan selama bertugas.
“Kalian membawa nama besar Universitas Sriwijaya. Keselamatan di lapangan adalah prioritas utama,” tegasnya.

Dekan: Adaptasi Sosial dan Nilai Akademik Jadi Kunci

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik Unsri, Dr. Ir. Bhakti Yudho Suprapto, S.T., M.T., IPM, menekankan pentingnya kemampuan mahasiswa beradaptasi dengan kondisi sosial dan budaya masyarakat setempat.

“Kalian akan berinteraksi dengan masyarakat yang memiliki adat dan kebiasaan berbeda. Jaga sikap, komunikasi, serta bangun kerja sama yang baik dengan semua pihak, termasuk mahasiswa dari perguruan tinggi lain,” katanya.

Menurutnya, program ini tidak hanya bernilai kemanusiaan, tetapi juga strategis bagi penguatan institusi.
“Kegiatan ini berkontribusi langsung terhadap capaian kinerja program studi, fakultas, dan universitas, termasuk dalam mendukung akreditasi,” jelasnya.

Menutup sambutannya, Bhakti Yudho menyampaikan apresiasi dan doa kepada seluruh peserta.

“Selamat jalan dan selamat berjuang untuk kemanusiaan. Jaga kesehatan, kekompakan, serta nama baik almamater Universitas Sriwijaya,” pungkasnya.

Penulis : Rils

Editor : Redaksi (BERITAMETROLIVE.COM)

Berita Terkait

Wujudkan SDM Unggul dan Presisi, Wakapolda Sumsel Pimpin Sidang Kelulusan PAG dan SBP Panda 2026
Bea Cukai Sumbagtim Musnahkan 22,4 Juta Batang Rokok Ilegal, Nilai Barang Capai Rp40,33 Miliar
Jatanras Polda Sumsel Ungkap Komplotan Pencuri Lintas Lokasi, Diduga Beraksi Lebih dari 10 Kali
Polsek Plaju Gerebek Dua Lokasi Diduga Jadi Tempat Penyalahgunaan Sabu, Delapan Orang Diamankan
Polda Sumsel Bersama BNN Tertibkan Tiga Titik Rawan Narkoba di Palembang, Delapan Orang Diamankan
Penanganan Karhutla 2026, Polda Sumsel Tetapkan 52 Tersangka Perorangan dan Proses 20 Perkara Korporasi
Perangi Narkoba, Polda Sumsel Amankan 1 Kg Sabu dan 17 Butir Ekstasi
SIRA-PST Desak Kejari Palembang Tuntaskan Dugaan Korupsi Lampu Jalan Solar Cell, Rahmat Sandi dan Dian HS Bersuara Tegas

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:53 WIB

Wujudkan SDM Unggul dan Presisi, Wakapolda Sumsel Pimpin Sidang Kelulusan PAG dan SBP Panda 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Bea Cukai Sumbagtim Musnahkan 22,4 Juta Batang Rokok Ilegal, Nilai Barang Capai Rp40,33 Miliar

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Jatanras Polda Sumsel Ungkap Komplotan Pencuri Lintas Lokasi, Diduga Beraksi Lebih dari 10 Kali

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:30 WIB

Polsek Plaju Gerebek Dua Lokasi Diduga Jadi Tempat Penyalahgunaan Sabu, Delapan Orang Diamankan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:08 WIB

Polda Sumsel Bersama BNN Tertibkan Tiga Titik Rawan Narkoba di Palembang, Delapan Orang Diamankan

Berita Terbaru