Pemprov Sumsel Siapkan Strategi Berlapis Atasi Karhutla, Cik Ujang: Jangan Tunggu Api Membesar

Senin, 12 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tak mau kecolongan lagi soal kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sejumlah langkah berlapis disiapkan, mulai dari pencegahan di lapangan, deteksi dini, pemadaman darat dan udara, sampai penegakan hukum.

Hal itu ditegaskan Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang saat Rapat Paripurna DPRD Sumsel dengan agenda jawaban Gubernur terhadap pandangan umum Fraksi atas Raperda APBD 2027, Senin (12/10/2026) di Gedung DPRD Sumsel.

Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD H. Nopianto, dihadiri Wagub Cik Ujang, jajaran OPD dan undangan.

Wagub menjawab sorotan Fraksi Golkar yang menilai karhutla masih jadi masalah serius di Sumsel. Dampaknya dirasakan langsung masyarakat, baik kesehatan maupun aktivitas sehari-hari.

Cik Ujang mengatakan, penanganan karhutla tidak bisa hanya andalkan pemadaman. Kuncinya ada di kesiapsiagaan dan pencegahan yang konsisten.

Untuk pencegahan, BPBD Sumsel bersama instansi terkait sudah melakukan pemetaan daerah rawan, patroli rutin, sosialisasi ke masyarakat, serta pengawasan pembukaan lahan oleh perusahaan. Daerah yang kerap terbakar akan jadi prioritas.

READ  HSB Perkuat Peran Sosial, Salurkan Sembako dan Dana Kemanusiaan untuk Yayasan ODGJ

Untuk deteksi dini, Pemprov memanfaatkan pantauan hotspot, data satelit, info cuaca dari BMKG, patroli darat dan udara, serta laporan petugas dan warga. Ia menegaskan, hotspot belum tentu kebakaran, sehingga harus diverifikasi dulu di lapangan.

“Prinsipnya api kecil harus dipadamkan sebelum menjadi besar,” tegas Cik Ujang.

Ia menjelaskan kecepatan pemadaman tergantung jarak tempuh, akses jalan, medan, ketersediaan air, personel, dan cuaca. Di darat, pemadaman melibatkan BPBD provinsi dan kabupaten/kota, TNI-Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, dan perusahaan.

Sementara pemadaman udara lewat water bombing akan membantu untuk areal luas atau yang sulit dijangkau darat. Namun operasi udara juga punya keterbatasan, seperti cuaca, keselamatan terbang, dan jarak sumber air.

Karena gambut rentan kering saat kemarau panjang, Pemprov akan fokus pada pembangunan dan pemeliharaan embung, kanal, dan sumber air lainnya. Termasuk menyiapkan bantuan alat berat agar warga bisa membuka lahan tanpa membakar.

“Di satu sisi kita beri solusi tanpa bakar, di sisi lain penegakan hukum tetap harus jalan bagi yang sengaja membakar,” ujarnya.

READ  Hendri Victoriansyah dan Pengurus Partai Kebangkitan Nusantara Kalidoni Bersiap Memenangkan Caleg di Dapil 4 Palembang

*Soal APBD 2027*

Terkait anggaran, Cik Ujang menyebut rekomendasi Pansus Pendapatan DPRD sudah masuk dalam Raperda APBD 2027. Hanya saja masih ada potensi yang belum terhitung.

Salah satunya dari pengelolaan alur Sungai Musi dan pelabuhan yang potensinya diperkirakan Rp300 miliar. Pemprov juga sudah meminta data Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) dari perusahaan tambang, perkebunan, dan kehutanan untuk menghitung potensi pendapatan.

Di sisi belanja, Pemprov akan lebih selektif karena keterbatasan fiskal dan dinamika transfer dari pusat. Belanja wajib dan prioritas tetap dipenuhi, efisiensi akan dilakukan pada belanja pendukung seperti honorarium dan kegiatan seremonial yang tidak langsung menyentuh masyarakat.

Penulis : Sandy

Editor : Redaksi/beritametrolive.com

Sumber Berita: Paripurna DPRD Sumsel

Berita Terkait

JNE Palembang Dukung POLSRI Sport Fest Vol. 3 2026 sebagai Official Logistics Partner, Sejalan dengan Semangat “Melesat Hebat”
Wujudkan SDM Unggul dan Presisi, Wakapolda Sumsel Pimpin Sidang Kelulusan PAG dan SBP Panda 2026
Bea Cukai Sumbagtim Musnahkan 22,4 Juta Batang Rokok Ilegal, Nilai Barang Capai Rp40,33 Miliar
Jatanras Polda Sumsel Ungkap Komplotan Pencuri Lintas Lokasi, Diduga Beraksi Lebih dari 10 Kali
Polsek Plaju Gerebek Dua Lokasi Diduga Jadi Tempat Penyalahgunaan Sabu, Delapan Orang Diamankan
Polda Sumsel Bersama BNN Tertibkan Tiga Titik Rawan Narkoba di Palembang, Delapan Orang Diamankan
Penanganan Karhutla 2026, Polda Sumsel Tetapkan 52 Tersangka Perorangan dan Proses 20 Perkara Korporasi
Perangi Narkoba, Polda Sumsel Amankan 1 Kg Sabu dan 17 Butir Ekstasi

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:59 WIB

JNE Palembang Dukung POLSRI Sport Fest Vol. 3 2026 sebagai Official Logistics Partner, Sejalan dengan Semangat “Melesat Hebat”

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:53 WIB

Wujudkan SDM Unggul dan Presisi, Wakapolda Sumsel Pimpin Sidang Kelulusan PAG dan SBP Panda 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Bea Cukai Sumbagtim Musnahkan 22,4 Juta Batang Rokok Ilegal, Nilai Barang Capai Rp40,33 Miliar

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Jatanras Polda Sumsel Ungkap Komplotan Pencuri Lintas Lokasi, Diduga Beraksi Lebih dari 10 Kali

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:30 WIB

Polsek Plaju Gerebek Dua Lokasi Diduga Jadi Tempat Penyalahgunaan Sabu, Delapan Orang Diamankan

Berita Terbaru