PALEMBANG — Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas harian, termasuk pengemudi ojek online (ojol). Di tengah kondisi yang tidak menentu, bantuan kebutuhan pokok dinilai dapat membantu meringankan beban rumah tangga para pekerja sektor informal.
Ketua DPD Asosiasi Driver Online (ADO) Sumatera Selatan, M. Asrul Indrawan, mengapresiasi penyaluran bantuan beras dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Ia menilai bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terus berjuang memenuhi kebutuhan keluarga di tengah berbagai tantangan ekonomi.
Bantuan sosial sebanyak 3.000 paket beras itu diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumsel, Palembang, Jumat (16/10/2026). Penyaluran dilakukan melalui kolaborasi Pemprov Sumsel bersama Sultan Muda Sumsel, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), dan OJK Provinsi Sumsel.
Asrul mengatakan, pengemudi ojol merupakan salah satu kelompok pekerja yang harus tetap beraktivitas di jalanan untuk mendapatkan penghasilan harian. Mereka menghadapi berbagai kondisi cuaca dan ketidakpastian jumlah pesanan, sementara kebutuhan keluarga harus tetap dipenuhi.
“Setiap pagi setelah salat Subuh, kawan-kawan driver sudah keluar mencari nafkah. Kami menghadapi panas, hujan, bahkan petir. Semua itu kami jalani demi menghidupi anak dan istri di rumah,” ujar Asrul, Rabu (21/10/2026).
Menurutnya, bantuan beras tersebut memiliki arti penting bagi keluarga penerima karena dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan dan mengurangi sebagian pengeluaran rumah tangga.
Meski tidak menyelesaikan seluruh persoalan ekonomi yang dihadapi para pengemudi, bantuan kebutuhan pokok dinilai dapat menjadi penopang bagi masyarakat yang mengandalkan pendapatan harian.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih. Bantuan ini memang tidak menyelesaikan semua kesulitan, tetapi setidaknya dapat meringankan beban keluarga. Perhatian seperti ini sangat berarti bagi kami,” katanya.
Asrul turut menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sumsel Herman Deru, Wali Kota Palembang Ratu Dewa, Kapolda Sumsel Irjen Pol Rony Samtana, serta seluruh pihak yang memberikan perhatian kepada masyarakat dan pengemudi ojol.
Ia berharap kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan elemen masyarakat dalam membantu warga dapat terus diperkuat, terutama ketika terjadi situasi yang berdampak terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
Di sisi lain, Asrul mengajak para pengemudi ojol untuk turut menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas di Sumatera Selatan, khususnya Kota Palembang.
Ia menegaskan, kondisi sulit yang dihadapi masyarakat harus menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas dan persaudaraan, bukan memicu perpecahan.
“Saya selalu mengingatkan kawan-kawan agar tetap satu komando dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Kita semua bersaudara. Jangan sampai kondisi sulit ini justru membuat kita terpecah belah,” tegasnya.
Asrul menyatakan ADO Sumsel mendukung upaya pemerintah daerah dan kepolisian dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Ia juga berharap penanganan karhutla di Sumatera Selatan dapat berjalan optimal sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan nyaman.
“Kami mendukung Gubernur Sumsel, Wali Kota Palembang, dan Kapolda Sumsel dalam menjaga daerah ini tetap aman dan kondusif. Harapan kami, karhutla segera berakhir agar masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman dan kawan-kawan driver bisa kembali mencari nafkah seperti biasa,” tutup Asrul.
Bagi para pekerja yang mengandalkan penghasilan harian, perhatian terhadap kebutuhan dasar menjadi bagian penting dalam menghadapi situasi sulit. Bantuan sosial dan semangat gotong royong diharapkan dapat memperkuat daya tahan masyarakat sekaligus menjaga kebersamaan di Sumatera Selatan.
Penulis : Riela
Editor : Redaksi/beritametrolive.com
Sumber Berita: Wawancara
















