Ekspose Land4Lives Sumatra Selatan Membangun Masa Depan Hijau

Kamis, 22 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang — BMNEWS.COM
Ekpose Land4Lives Sumatra Selatan Membangun Masa Depan Hijau, Merajut Penghidupan Tangguh Iklim Untuk Pembangunan Rendah Karbon. ICRAF bekerja sama dengan OPD terkait kendalikan lahan gambut bangun masa depan hijau. Ballroom Hotel Aryaduta Kamis (22/8/2024) Palembang.

Saat ini, Land4Lives sudah terlaksana selama 4 tahun khususnya di Sumsel bekerja sama dengan OPD OPD antara lain seperti Bapeda, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kehutanan, Dinas PUBNTR yang terkait dengan Tata Ruang dan juga Dinas Perkebunan.

Dalam ini kami ditingkat provinsi bersama sama khususnya bersama Bappeda menyusun dokumen dokumen perencanaan terkait dengan perubahan iklim, serta perencanaan ekosistem gambut, untuk mendorong pembangunan Hijau untuk jangka menengah sampai jangka panjang

Hal itu disampaikan oleh David Susanto sebagai Provinsial Koordinator International Centre For Research In Agroforestry (ICRAF) Sumatra Selatan saat menggelar Konferensi pers bersama Ariyanti dari Bappeda Sumsel, Radian Fahmi dari DLHP Provinsi Sumsel, hadenli Ugihan dari Tim Restorasi Gambut Daerah (TRGD) usai membuka kegiatan Ekposesumsel Land4lives.

READ  MTI Sumsel Dorong Penguatan LLAJ dan Transportasi Massal Berkelanjutan

David juga mengatakan bahwa ditingkat sublandscape, ada dua wilayah yang menjadi program yaitu wilayah Kesatuan Hidrologi Gambut (KHG) bersama TRGD menyusun perencanaan dokumen RPPIG sampai dengan proses melaksanakan penjagaan ekosistem gambut yang sudah mendapatkan SK dari Gubernur dan saat ini RPPIG ini juga mendapat mandatori di 7 kabupaten yang memiliki lahan gambut untuk menyusun dokumen RPPIG.

“RPPIG ini menjadi hal utama di ekosistem gambut karena kita perlu menyusun pendetilan progam untuk menjaga ekosistem dan mengukur berapa kondisional lahan gambut yang masih ada di semua daerah, dan datanya sendiri memang betul betul dari ICRAF yan berkerja sama dengan DLHK yang tidak lari dari data nasional, dan proses  penyusunan data RPPIG ini dilakukan melalui Partisipatif dan melalui langkah langkah dengan melibatkan kawan kawan dari CSO, Pemerintahan dan juga dari perusahaan perusahaan”, ujarnya.

Satu hal lagi sublandscape itu di KPH tambah David, yang saat ini bermain di KPH Lalan Yang merupakan rekomendasi dari kawan kawan di provinsi yang mendekati perubahan iklim yang saat ini sangat krusial di Sumsel dan Lalan ini menjadi langganan kebakaran setiap tahunya, dan tidak sampai disitu Lalan ini juga ada kehutanan sosial yang banyak izin perhutanan sosial yang menjadi proses untuk bisa terus berinteraksi dengan masyarakat

READ  Polda Sumsel Bersama BNN Tertibkan Tiga Titik Rawan Narkoba di Palembang, Delapan Orang Diamankan

” ICRAF ingin mendorong masyarakat melalui kelompok belajar, dan kelompok kehutanan sosial agar menerima manfaat dalam bentuk penghidupan yang lebih dari saat ini, dan di tingkat desa juga kita sudah ada kelompok Masyarakat baik itu dibawah kelompok PS maupun kelompok PS yang saat ini sudah memiliki kebun belajar dan kebun dapat yang mana tingkat kemandirian mereka telah memenuhi kebutuhan pangan di tingkat desanya”, paparnya.

Di tempat yang sama Ariyanti dari Bappeda Sumsel menjelaskan bahwa pihaknya saat ini sangat terbantu dengan kerjasama sama ini, bukan hanya untuk dokumen itu sendiri tapi bahkan proses untuk membentuk dokumen itu sendiri.

“Jadi kami bersama ICRAF ini dibantu dalam penyusunan pajak pajak dokumen dari sisi kapasiti building, dan kami juga bekerja sama untuk mengintegrasikan dokumen pertumbuhan ekonomi hijau sehingga kami tidak terlalu mengalami kesulitan dalam membuat dokumen dan mengimplementasikan pembangunan ekonomi hijau tersebut, yang hal ini merupakan dua agenda besar bagi kami”, tukasnya.

Sementara itu Radian Fahmi dari DLHP Sumsel mengungkapkan bahwa kerja sama yang telah dilakukan selama ini dengan ICRAF melalui Land4lives yaitu pembangunan keindahan misi serta kerjasama dalam Kajian Lingkungan Hidup Strategis.

READ  Meriah! KORMI Palembang Rayakan HUT ke-25 Lewat Lomba Gaplek Antar Kecamatan

“Selain itu kerja sama kita bersama ICRAF yaitu rencana penyusunan pengolahan dan perlindungan dan pembentukan tim Gambut Sumsel yaitu RPPiG dan yang terakhir kedepannya kami akan melakukan kerjasama aksi aksi mitigasi di tiga kapak yaitu di 12 desa akan kita daftarkan di KLHK melalui program kampung iklim” tutupnya.

Berita Terkait

SDA Watch Gelar FGD Karhutla OKI: Bukan Sekadar Kritik, Dorong Policy Brief Agar Asap Tak Berulang
JNE Palembang Dukung POLSRI Sport Fest Vol. 3 2026 sebagai Official Logistics Partner, Sejalan dengan Semangat “Melesat Hebat”
Wujudkan SDM Unggul dan Presisi, Wakapolda Sumsel Pimpin Sidang Kelulusan PAG dan SBP Panda 2026
PULUHAN JUTA ROKOK ILEGAL DIMUSNAHKAN, BEA CUKAI SUMBAGTIM SELAMATKAN POTENSI KERUGIAN NEGARA Rp 20,56 MILYAR
Bea Cukai Sumbagtim Musnahkan 22,4 Juta Batang Rokok Ilegal, Nilai Barang Capai Rp40,33 Miliar
Sumpah Pemuda Ke – 98 : Firdaus Hasbullah Serukan Pemuda PALI Bangkit Jadi Motor Perubahan Untuk Indonesia Emas
M. Oktafiansyah : Bonus Demografi Di Tangan Pemuda Penentu Indonesia Emas 2045
Kapolda Sumsel Irjen Pol Rony Samtana Rangkul GP Ansor untuk Jaga Kondusivitas dan Dukung Pembangunan Daerah

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:53 WIB

SDA Watch Gelar FGD Karhutla OKI: Bukan Sekadar Kritik, Dorong Policy Brief Agar Asap Tak Berulang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:59 WIB

JNE Palembang Dukung POLSRI Sport Fest Vol. 3 2026 sebagai Official Logistics Partner, Sejalan dengan Semangat “Melesat Hebat”

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:53 WIB

Wujudkan SDM Unggul dan Presisi, Wakapolda Sumsel Pimpin Sidang Kelulusan PAG dan SBP Panda 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:24 WIB

PULUHAN JUTA ROKOK ILEGAL DIMUSNAHKAN, BEA CUKAI SUMBAGTIM SELAMATKAN POTENSI KERUGIAN NEGARA Rp 20,56 MILYAR

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Bea Cukai Sumbagtim Musnahkan 22,4 Juta Batang Rokok Ilegal, Nilai Barang Capai Rp40,33 Miliar

Berita Terbaru