PALEMBANG — Barisan Perlawanan Rakyat Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar aksi demonstrasi di lingkungan DPRD Sumsel, Rabu (30/9/2026). Massa menyampaikan sejumlah aspirasi terkait transparansi dan akuntabilitas pembahasan anggaran daerah, khususnya Perubahan APBD Sumsel Tahun Anggaran 2026.
Muhammad Farhan, yang bertindak sebagai operator aksi, mengatakan demonstrasi tersebut dilakukan karena pihaknya mempertanyakan proses pembahasan anggaran yang dinilai perlu mendapatkan penjelasan terbuka dari DPRD Sumsel.
“Kami bersama kawan-kawan dari Barisan Perlawanan Rakyat Sumatera Selatan ingin menyampaikan aspirasi terkait pembahasan anggaran yang sudah berjalan beberapa hari lalu,” ujar Farhan saat diwawancarai di sela aksi.
Menurut Farhan, pihaknya memperoleh informasi bahwa sejumlah pembahasan anggaran dilakukan hingga malam hari dan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Ia mempertanyakan proses pembahasan apabila terdapat perubahan maupun kenaikan anggaran dalam jumlah besar.
“Kami mendapat informasi pembahasan tersebut dilakukan pada malam hari dan dihadiri beberapa OPD. Ada banyak perubahan anggaran, termasuk yang menurut informasi kami cukup besar. Karena itu, kami berpandangan pembahasannya harus dilakukan secara tuntas dan tidak terkesan dipaksakan,” katanya.
Sorotan massa juga diarahkan pada informasi mengenai rapat Komisi II dan Komisi V DPRD Sumsel. Farhan menyebut pihaknya memperoleh informasi bahwa jumlah anggota yang hadir dalam rapat tersebut sekitar lima atau enam orang. Namun, ia menegaskan informasi tersebut perlu diklarifikasi langsung kepada pimpinan DPRD maupun pimpinan komisi terkait.
“Kami juga mendapat informasi ada rapat Komisi II dan Komisi V yang dihadiri sekitar lima atau enam anggota. Kami meminta klarifikasi, bagaimana mekanisme pengambilan keputusan apabila jumlah anggota yang hadir tidak memenuhi forum yang dipersyaratkan,” ujar Farhan.
Farhan menilai persoalan tersebut penting dijelaskan kepada publik karena pembahasan yang dipersoalkan berkaitan dengan anggaran daerah. Ia meminta pimpinan DPRD Sumsel menjelaskan mekanisme rapat, jumlah anggota yang hadir, serta dasar pengambilan keputusan apabila memang terdapat keputusan dalam rapat tersebut.
Dalam pernyataan sikap tertulis Barisan Perlawanan Rakyat Sumsel tertanggal 30 September 2026, massa juga mempertanyakan defisit anggaran sekitar Rp924 miliar serta meminta penjelasan mengenai kemampuan pendapatan daerah untuk menutup kebutuhan tersebut. Mereka juga meminta klarifikasi terkait rapat Komisi II dan Komisi V serta proses pembahasan anggaran yang disebut berlangsung hingga malam hari.
Sementara itu, pembahasan Perubahan KUA dan PPAS APBD Sumsel 2026 memang telah memasuki tahapan penting. Pemerintah Provinsi Sumsel dan DPRD Sumsel menandatangani nota kesepakatan Perubahan KUA dan PPAS APBD 2026 dalam Rapat Paripurna XLI pada Sabtu (26/9/2026) malam. Agenda tersebut kemudian dilanjutkan dengan Rapat Paripurna XLII terkait jawaban gubernur atas pandangan umum fraksi terhadap Raperda Perubahan APBD 2026.
Farhan mengatakan massa tidak bermaksud menghambat proses pembahasan anggaran. Menurutnya, yang diminta adalah keterbukaan mengenai proses dan dasar setiap keputusan yang menyangkut penggunaan keuangan daerah.
“Kami sama-sama berharap APBD ini dipergunakan untuk kemaslahatan rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi,” tegasnya.
Hingga sekitar tiga jam sejak aksi berlangsung, Farhan menyebut pihaknya belum mendapatkan penjelasan langsung dari Ketua DPRD Sumsel. Massa pun menyatakan akan tetap bertahan untuk menunggu pimpinan DPRD menemui mereka.
“Kami berharap Ketua DPRD keluar dan menemui kami. Kami ingin mendengarkan langsung apa yang dibahas dalam rapat dan menyampaikan pendapat kami secara langsung,” katanya.
Farhan menambahkan, apabila tidak ada penjelasan konkret yang dapat dipahami publik, pihaknya menyatakan akan mempertimbangkan aksi lanjutan di lingkungan Pemerintah Provinsi maupun DPRD Sumsel.
“Kalau tidak ada penjelasan yang konkret, kami akan menjalankan aksi lanjutan,” pungkasnya.
Penulis : Rill/riela
Editor : Redaksi/beritametrolive.com
Sumber Berita: BERITAMETROLIVE.COM
















