PALEMBANG- Dinamika sosial pasca-aksi penyampaian pendapat di Mapolda Sumsel yang sempat diwarnai insiden kekerasan mendapat perhatian dari Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI).
MAKI Koordinator Wilayah Sumatera Selatan mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan asas tabayun demi menjaga kondusivitas di Bumi Sriwijaya.
Koordinator MAKI Sumsel, Feri Kurniawan, merespons pertemuan antara Forum LSM dengan Kapolrestabes Palembang. Ia meminta ormas dan aparat penegak hukum tetap menahan diri agar situasi kamtibmas di Sumatera Selatan tetap terjaga.
“Kita semua tentu prihatin atas terjadinya dinamika dan insiden kekerasan saat aksi demonstrasi tersebut. Namun, saat ini yang paling kita butuhkan adalah kearifan dan kepala dingin. Mari kita bertabayun, mendudukkan persoalan secara proporsional dan transparan sesuai kesepakatan dengan Kapolres Kota Palembang kemarin,” ujar Feri Kurniawan, Kamis (22/10/2026)
Menanggapi tuduhan provokasi yang menyeret Ketua Asosiasi Driver Online (ADO) Sumsel, M. Asrul Indrawan, Feri menekankan pentingnya proses dialog konstruktif yang dimediasi Kapolrestabes Palembang.
Menurutnya, ruang penyampaian aspirasi adalah hak demokrasi yang dilindungi undang-undang, sehingga setiap dinamika di lapangan harus disikapi secara bijak dalam koridor hukum.
Lebih lanjut, Feri mengingatkan komitmen menjaga Sumatera Selatan sebagai wilayah Zero Konflik harus dirawat bersama oleh seluruh pemangku kepentingan.
“Sumatera Selatan memiliki rekam jejak yang sangat baik sebagai daerah yang kondusif dan aman (Zero Konflik). Nilai-nilai luhur ini jangan sampai tercederai,” tegasnya.
Feri menambahkan, masih banyak persoalan strategis di Sumsel yang membutuhkan perhatian dan sinergi bersama, mulai dari pemulihan ekonomi masyarakat, peningkatan kesejahteraan, hingga penegakan hukum dan pengawasan tata kelola pemerintahan.
“Masih banyak hal krusial yang harus kita urusi bersama di daerah ini. Energi positif kita sangat dibutuhkan untuk mengawal pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Sumsel. Mari kita pererat silaturahmi, jaga kebersamaan, dan bersama-sama menjaga keamanan serta kedamaian di bumi Sriwijaya,” pungkasnya.
















