Palembang – Insiden pemukulan yang melibatkan mahasiswa di Sumatera Selatan menuai keprihatinan dari tokoh masyarakat.
Kemas Husein yang akrab disapa Abah Ucin angkat bicara dan menyerukan pentingnya menjaga kondusivitas di Bumi Sriwijaya agar tetap dalam situasi zero konflik.
Abah Ucin menegaskan pernyataannya ini hadir secara independen sebagai tokoh masyarakat dan tidak mewakili organisasi masyarakat (ormas) maupun kelompok mana pun.
Ia menyayangkan keras insiden pemukulan terhadap mahasiswa. Baginya, mahasiswa adalah aset bangsa, generasi penerus, serta pejuang moral yang seharusnya dibina, bukan diserang.
“Berorganisasi itu bukan untuk mencari jabatan atau posisi, tetapi lebih cenderung untuk meneruskan perjuangan rakyat. Jadi, cita-cita rakyat yang diperjuangkan melalui organisasi, bukan mencari posisi atau jabatan,” ujar Abah Ucin.Selasa (20/10/2026)
Terkait aksi kekerasan, Abah Ucin bersikap tegas. Ia mendukung penuh penegakan hukum tanpa pandang bulu.
“Siapa pun pelakunya, jika ada tindakan kriminal atau premanisme, harus diproses secara hukum. Saya mendukung penuh proses hukum tersebut,” tegasnya.
Di sisi lain, ia juga menyatakan dukungannya terhadap setiap gerakan moral yang dilakukan mahasiswa sebagai bagian dari kontrol sosial dalam demokrasi.
Abah Ucin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan prinsip tabayun, meminimalkan perselisihan antar kelompok, dan bersama-sama fokus menyikapi isu-isu strategis bangsa yang jauh lebih urgen.
Di akhir pernyataannya, ia berharap situasi di Sumatera Selatan tetap tenang, damai, dan dalam kondisi zero konflik.
















