Palembang – BERITAMETRONEWS.COM
Majelis Ratibul Haddad kini resmi digelar rutin setiap bulan, tepatnya pada minggu pertama. Hal ini disampaikan oleh Al-Habib Alwy BSA, Lc. selaku Penasehat Majelis Ratibul Haddad dalam wawancara eksklusif. Ia menyampaikan rasa syukurnya atas dimulainya kegiatan dzikir ini secara rutin sebagai bagian dari upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Minggu (4/5).
“Alhamdulillah malam ini kita mulai dzikir bulanan. Dzikir Ratibul Haddad ini memang sudah lama diijazahkan dan diturunkan secara turun-temurun. Siapa saja boleh ikut, terbuka untuk umum. Yang penting adalah hidayah, siapa yang mendapat panggilan Allah, ayo ikut berdzikir bersama,” ujar Habib Alwy.
Beliau juga menjelaskan bahwa dzikir ini memiliki banyak manfaat, baik sebagai wirid harian maupun sebagai sarana tahassul—memohon perlindungan dari berbagai bala dan marabahaya. Dzikir Ratibul Haddad tidak hanya memuat pujian kepada Allah SWT, tetapi juga shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, istighfar, dan doa-doa yang mempererat hubungan spiritual antara hamba dan Tuhannya.
“Tujuan majelis ini adalah untuk tadaruk, mendekatkan diri kepada Allah. Kita berdzikir, bershalawat, beristighfar, semua dilakukan dalam suasana silaturahmi. Mungkin ke depan kita akan lengkapi dengan kajian kitab atau tausiah,” tambahnya.
Sementara itu, Ustadz Husnul selaku Ketua Majelis Ratibul Haddad menambahkan bahwa dzikir adalah amalan yang tidak mengenal batas ruang dan waktu.
“Dzikir itu bukan hanya di majelis. Dalam keseharian, kita diperintahkan untuk senantiasa mengingat Allah, di mana pun dan kapan pun. Tapi melalui majelis ini, kita perkuat kebersamaan dan saling menasihati dalam kebaikan,” jelas Ustadz Husnul.
Menurutnya, kehadiran majelis ini bukan hanya bentuk ibadah pribadi, tetapi juga sebuah langkah strategis dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah dan menjaga atmosfer spiritual masyarakat.
“Majelis ini bisa menjadi pelipur lara di tengah hiruk pikuk dunia. Kita hadir bukan hanya untuk berdoa, tapi juga saling memperkuat iman, berbagi semangat, dan menjadi cahaya bagi lingkungan,” tutupnya penuh semangat.
Dalam suasana yang hangat dan penuh kekhusyukan itu, sebuah momen tak terduga terjadi. Ustadz Husnul, atas nama seluruh jamaah, memberikan kejutan kepada Al-Habib Alwy BSA, Lc. berupa doa bersama dan ucapan selamat ulang tahun. Momen haru ini menambah kehangatan majelis, menunjukkan betapa kuatnya ikatan ukhuwah di antara para hadirin.
“Ini memang bukan agenda resmi, tapi kami ingin menunjukkan rasa cinta dan hormat kepada guru kita, Habib Alwy, yang hari ini berulang tahun. Semoga beliau selalu diberi kesehatan, panjang umur, dan terus membimbing kita dalam cahaya ilmu dan dzikir,” ungkap Ustadz Husnul disambut haru para jamaah.
Kejutan kecil namun penuh makna ini menjadi penutup manis dalam pelaksanaan dzikir perdana yang sarat berkah, sekaligus mempertegas bahwa Majelis Ratibul Haddad bukan hanya wadah ibadah, tetapi juga ruang berbagi cinta dan ketulusan antar sesama.
Majelis Ratibul Haddad terbuka bagi siapa saja tanpa syarat. Kehadirannya menjadi harapan baru bagi umat Islam untuk senantiasa istiqomah dalam dzikir dan ibadah, serta membangun peradaban ruhani yang kuat di tengah masyarakat.
















