H. Chairul S Matdiah Dikenal Dermawan, Bertemu Keluarga Selalu Memberi Uang dan Idialisme Yang Kuat

Senin, 22 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang — BERITAMETRONEWS.COM
Kebaikan H Chairul S Matdiah, SH, MHKes, tidak pernah pudar. Politisi senior di Sumatera Selatan (Sumsel) ini dikenal akrab dengan siapa saja. Tidak pernah membedakan status sosial, dan latar belakang pendidikan seseorang. Semua orang dianggapnya sama. Dihargai, diterima dengan baik.

Abu Yasir Rusli, paman dari Chairul S Matdiah, menceritakan sosok yang biasa disapa Eluk itu, perjalanan hidupnya hingga mampu meraih kesuksesan.

Yasir mengatakan, setelah menyelesaikan pendidikan Sekolah Dasar (SD) Gajah Mati tahun 1977, Eluk pindah ke Palembang, dan mengontrak sebuah rumah di Karang Anyar, Jembatan Musi II, Kecamatan Gandus.

“Waktu itu Eluk mengontrak di dekat rumah Jenderal Tito Karnavian (mantan Kapolri dan Menteri Dalam Negeri-red),” ujar Yasir, Minggu (21/7/2024).

Saat masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA), Eluk sudah mandiri, mencari uang sendiri dengan berjualan kopi di bawah Jembatan Ampera.

“Eluk menikahi Hj Anisah Mardin, SH, tahun 1991. Tahun 1992, Eluk memiliki usaha kayu sawmil (proses pembelahan kayu bulat menggunakan mesin gergaji menjadi beberapa lembar papan dan balok kayu untuk diproses menjadi furniture atau produk kayu lainnya-red) di Mesuji D, Kotabumi, Lampung dan Lubuk Rukam, Kecamatan Peninjauan, Kabupaten OKU,” katanya.

READ  Yustin Kurniawan, Sampaikan Hasil Reses Terkait Keluhan Masyarakat Dapil 1 di Rapat Paripurna Ke-4 MP. 1 Tahun 2025

Setelah memiliki usaha kayu olahan sawmil, sifat dermawan Eluk mulai muncul. Setiap bertemu keluarga, terutama yang berasal dari Desa Gajah Mati, Kabupaten OKI, dan Desa Sungai Cambai, Lampung,
selalu diberi uang.

“Yang dikenal anak-anak saat bertemu Eluk adalah dapat duit abang (sebutan uang pecahan Rp100 ribu-red),” kata Yasir.

Sifat dermawan Eluk berlanjut saat ia menjadi pengacara. Ratusan juta ia keluarkan untuk membayar zakat. Setiap keluarga yang datang menemuinya di rumah Palembang dan Jakarta, atau di kantor, pasti dikasih ongkos pulang.

“Ya, selalu dikasih ongkos balek (pulang-red), sesuai kebutuhan, tergantung jauh dekat tempat tinggalnya,” katanya.

“Eluk adalah sosok yang rajin menyumbang untuk pembangunan masjid dan menara masjid,” sambung Yasir.

Selain itu, Eluk juga bukan orang yang gemar mengistimewakan seseorang. Menurut Yasir, Eluk menerima semua orang dengan sama.

“Walaupun beliau termasuk orang yang terkenal, tapi auranya luar biasa, beliau sama sekali tidak sombong. Tidak melihat status orang. Mau yang datang pejabat, orang kaya, orang miskin, dari kalangan apapun beliau terima,” ujar Yasir.

READ  Polda Sumsel Musnahkan Barang Bukti Narkoba Senilai Rp2,2 Miliar, Selamatkan 34 Ribu Jiwa

Paman Chairul lainnya, Bahardin menambahkan, dari lahir Eluk sudah sering sakit, pernah satu hari 10 kali badannya mengalami panas tinggi.

“Saat Eluk sakit dan badannya panas, keluarga sudah betangisan (menangis-red), karena Eluk adalah keponakan dan cucu pertama dari keluarga H Matdian Sidik dan H Faat Rekok. Eluk sudah dua kali cangkok ginjal, dan sakit jantung,” katanya.

Di mata Bahardin, Eluk punya kepedulian yang tinggi terhadap siapapun. Jika Eluk melihat orang hidup susah, dia tidak sungkan untuk membantunya. Terlebih yang mengalami kesulitan adalah keluarga.

Eluk, senang berkumpul bersama keluarga besar. Eluk sosok yang menyayangi keluarga. Jika ada masalah, Eluk berani pasang badan dan semua persoalan diurus hingga tuntas.

“Kami doakan di usia ke-60 tahun, Eluk sehat dan panjang umur. Dia orang yang sudah sukses, terkenal gemar bersedekah dan berzakat. Eluk kesayangan kami semua, kesukaan Eluk makan pempek pisang,” kata Bahardin.

Dimata mantan kades gajah mati Marzuki Johan Chairul S Matdiah panggilan keluarga eluk orang idialisme nya tinggi banyak perusahaan di daerah gajah mati buka usaha dan beli tanah nenek moyang eluk tidak mau nerimah uang ratusan juta dari perusahan menurutnya belum tentu kakek nenek nya punya tanah sebanya itu ,eluk sayang keluarga sanak familinya, sedekah nya dimana pun eluk berada ketemu keluarga pasti di kasih uang,”ujar Marzuki Johan.

READ  Kapolda Sumsel dan Pj Gubernur Sumsel Bahas Strategi Transportasi Lebaran 2025

Eluk kalau ada acara baik itu pesta perkawinan mau berbuka bersama wong gajah mati dicaterkan mobil harus menghadiri acara nyo balek diongkosi dan pasti dikasih uang baleknyo,,itu hebat’ nyo eluk wong gajah mati kalau ditanyo wong pasti dio ngomong wong gajah mati,” tutup Marzuki Johan mantan kades gajah mati. (Akip)

Berita Terkait

PULUHAN JUTA ROKOK ILEGAL DIMUSNAHKAN, BEA CUKAI SUMBAGTIM SELAMATKAN POTENSI KERUGIAN NEGARA Rp 20,56 MILYAR
Bea Cukai Sumbagtim Musnahkan 22,4 Juta Batang Rokok Ilegal, Nilai Barang Capai Rp40,33 Miliar
Sumpah Pemuda Ke – 98 : Firdaus Hasbullah Serukan Pemuda PALI Bangkit Jadi Motor Perubahan Untuk Indonesia Emas
M. Oktafiansyah : Bonus Demografi Di Tangan Pemuda Penentu Indonesia Emas 2045
Kapolda Sumsel Irjen Pol Rony Samtana Rangkul GP Ansor untuk Jaga Kondusivitas dan Dukung Pembangunan Daerah
Karhutla OKI Jadi Ancaman Tahunan, SDA Watch Gelar FGD Bongkar Akar Masalah
Viral Dugaan Gaji Tak Dibayar, Manager Operasional Koko Celentang Resto di Palembang Buka Suara, Beri Tenggat 2×24 Jam
HSB Palembang Serahkan Mandat kepada 18 PAC, Tegaskan Satu Komando dan Fokus Kegiatan Sosial

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:24 WIB

PULUHAN JUTA ROKOK ILEGAL DIMUSNAHKAN, BEA CUKAI SUMBAGTIM SELAMATKAN POTENSI KERUGIAN NEGARA Rp 20,56 MILYAR

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Bea Cukai Sumbagtim Musnahkan 22,4 Juta Batang Rokok Ilegal, Nilai Barang Capai Rp40,33 Miliar

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:18 WIB

Sumpah Pemuda Ke – 98 : Firdaus Hasbullah Serukan Pemuda PALI Bangkit Jadi Motor Perubahan Untuk Indonesia Emas

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:09 WIB

M. Oktafiansyah : Bonus Demografi Di Tangan Pemuda Penentu Indonesia Emas 2045

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:38 WIB

Kapolda Sumsel Irjen Pol Rony Samtana Rangkul GP Ansor untuk Jaga Kondusivitas dan Dukung Pembangunan Daerah

Berita Terbaru