Palembang — BERITAMETROLIVE.COM
Kegiatan reses anggota DPRD Kota Palembang daerah pemilihan (Dapil) III di SMP Negeri 4 Palembang mengungkap sejumlah persoalan penting di sektor pendidikan. Mulai dari keterbatasan ruang kelas, minimnya sarana prasarana, hingga meningkatnya dinamika konflik antara guru dan siswa.
Anggota DPRD Dapil III, Dr. Adzanu Getar Nusantara, SH., MH., mengatakan pihaknya menerima berbagai usulan prioritas dari pihak sekolah dalam reses yang digelar Kamis (23/4/2026).
“Yang paling mendesak adalah peningkatan ruang belajar serta penambahan sarana dan prasarana, termasuk kebutuhan laboratorium teknologi informasi,” ujar Adzanu.
Selain infrastruktur, ia juga menyoroti fenomena sosial di lingkungan pendidikan yang dinilai semakin kompleks. Menurutnya, konflik antara guru, siswa, dan orang tua kini semakin sering terjadi dan berpotensi mengganggu proses belajar mengajar.
“Ada kondisi di mana tindakan pembinaan oleh guru disalahartikan sebagai pelanggaran oleh orang tua siswa, sehingga memicu aduan dan polemik. Bahkan ada kasus guru yang mengalami tekanan hingga perundungan,” katanya.
Sebagai langkah antisipatif, Adzanu mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Palembang telah menyediakan program bantuan hukum gratis yang dapat dimanfaatkan tenaga pendidik.
“Guru dapat memanfaatkan fasilitas ini untuk konsultasi hingga pendampingan hukum jika menghadapi persoalan,” jelasnya.
Dalam reses tersebut, DPRD juga menerima informasi terkait keberadaan bangunan lama yang diduga memiliki status cagar budaya di wilayah Dapil III. Untuk memastikan hal tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan Kota Palembang.
“Jika benar merupakan cagar budaya, tentu ada perlakuan khusus. Namun di sisi lain, kondisi itu juga berdampak pada kenyamanan belajar, seperti ruang kelas yang menjadi gelap dan panas,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMPN 4 Palembang, Dr. Susnaini Julita, menyampaikan bahwa sekolahnya masih kekurangan ruang kelas yang layak. Ia menyebut terdapat enam ruang belajar yang merupakan bangunan lama sejak 1956 dan dinilai tidak lagi memenuhi standar konstruksi saat ini.
“Kami berharap kunjungan ini dapat mendorong adanya perbaikan dan peningkatan fasilitas, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan lebih optimal,” kata Susnaini.
Meski menghadapi keterbatasan tersebut, pihak sekolah memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dengan baik dan kondusif. Berbagai persoalan internal juga masih dapat diselesaikan secara internal tanpa eskalasi lebih lanjut.
Reses ini diharapkan menjadi dasar bagi perumusan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan pendidikan di Kota Palembang, terutama dalam meningkatkan kualitas sarana dan perlindungan bagi tenaga pendidik.
Penulis : Riela
Editor : Redaksi/beritametrolive.com















